Politisi PDIP: Ketua Yayasan Sumber Waras yang dikejar, bukan Ahok
Merdeka.com - Kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras masih terus menuai polemik. Dalam kasus ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) disebut-sebut terlibat dan harus bertanggungjawab karena negara mengalami kerugian sebesar Rp 191 miliara versi BPK.
Politikus PDI Perjuangan Ichsan Soelistio menyatakan, percuma saja mengejar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.
"Gini ya, saya kira kasus ini tinggal siapa yang melihat. Kalau mau ngejar Ahok, sampai kapanpun enggak kena," kata Ichsan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (24/6).
Oleh karena itu, kata Ichsan, harusnya ditelusuri dugaan perbuatan melawan hukum dan kerugian negara melalui Ketua Yayasan Sumber Waras, Kartini Muljadi. Hal tersebut lantaran Kartini sebagai pihak penjual lahan.
"Saya kira yang harus dikejar tuh dibalik. Kartini Muljadi-nya dikejar," tuturnya.
Sebab menurut Ichsan, Ahok sebagai pembeli lahan sudah melakukannya dengan itikad baik. Namun yang perlu ditelusuri, apa yang dijanjikan oleh penjual.
"Tapi yang menjual kenapa bisa menjanjikan ada jalan melewati tanah orang lain. Itu aja dicari dulu. Kalau itu dicari baru naik ke atas," pungkasnya.
Sebelumnya diketahui, Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Taufiqurrahman Ruki, yakin betul ada perbuatan melawan hukum dalam pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI. Akibat dari proyek tersebut, dipastikannya ada kerugian negara.
Apa yang disampaikan Ruki berbeda dengan hasil kajian pimpinan KPK baru. Ketua KPK Agus Rahardjo menegaskan tak ada kerugian negara dalam pengadaan lahan yang akan dijadikan rumah sakit jantung dan kanker itu. (mdk/sho)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya