Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Politisi PDIP bikin puisi sindir capres yang bisnis SDA

Politisi PDIP bikin puisi sindir capres yang bisnis SDA Kampanye PDIP. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Politisi muda PDI Perjuangan Fahmi Habcy membuat puisi politik, menanggapi koalisi pilpres yang ada saat ini. Dalam puisinya, Fahmi berpesan agar masyarakat lebih cerdas dan cermat menanggapi koalisi pilpres dan harus jeli melihat latar belakang bisnis para capres.

Dalam puisi yang ditulis 15 Mei 2014 ini, Fahmi bercerita bahwa calon pemimpin yang memiliki masa lalu kelam dan memiliki bisnis sumber daya alam. Fahmi menambahkan di tahun 80-an mantan Menlu AS Henry Kissinger, pernah memproyeksikan bahwa geopolitik internasional dan kepemimpinan masa datang adalah sejauh mana pertarungan politik untuk menguasai dan mengendalikan sumber daya alam suatu negeri maka negeri itu bisa dikuasai.

 

"Masyarakat harus cerdas dan cermat menanggapi koalisi pilpres dan harus jeli melihat latar belakang bisnis para capres. Apakah mereka mempunyai rekam jejak penguasaan sumber alam," katanya di Depok, Kamis.

Berikut puisi Fahmi Habcy:

Jayabaya (lupa) Meramal

Ada kisah negeri beradab

Dipenuhi banyak bedebah

Yang merambah setiap celah

Jayabaya (lupa) meramal .

Kan muncul calon pemimpin dari era gelap

Menikam; Membunuh; Mencuri;

Tak berperikemanusian

Teriak cinta negeri

Kuasai alam buat sendiri

Teriak penuh wacana (pura-pura berdasamuka)

Citanya kuasai batubara di pulau

Warunadwipa Teriak (terpaksa) anti-asing

Nusantara (nya) genting di negeri seberang

Londo berambut jagung;

Londo berambut ireng saling gugat, saling cakar

Bertarung milyaran barang tuhan bagi rata (batubara)

Hati rakyat menatap miris dipaksa menanggung

Ribuan trilyun gobog negeri dipertaruhkan

Menang dia negeri menangis

Kalahnyapun negeri meringis

Jayabaya (lupa) bernubuat:

Kan muncul calon pemimpin yang disumpah serapah tulang-tulang yang dikuburnya, dan dimaki-maki arwah yang disembunyikannya

Bergelar Rah-wo berikrar janji setia bersama seorang "Ra-tih"

Di Rebo Pon berwuku Sungsang

Teriaknya keras menghitamkan awan biru :

"Aku mampu pimpin jutaan rakyat (kapan)"

Nun jauh darinya ....

Berdiri tegap putri anggun berputra tunggal berani lantang berucap padanya: "Ngelindur kau...Kapokkkkkk !!!

Lenteng Agung, 15 Mei 2014. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP