Politisi Golkar kritik Jokowi nyapres tak pamitan DPRD
Merdeka.com - Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD DKI Jakarta Asraf Ali menyebut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), tidak ada niat untuk membangun komunikasi terkait pencalonannya sebagai presiden. Seharusnya, kata dia, Jokowi minta izin dan pamitan ke segenap anggota dewan di Jakarta.
"Etikanya harus seperti itu, kelaziman orang Timur, izin atau dikomunikasikan dan disampaikan ke DPRD," kata Asraf kepada wartawan di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (20/5).
Diakui Asraf, memang tidak ada aturan bagi Jokowi yang maju sebagai capres untuk izin atau pamitan ke DPRD. Namun perlu dicatat, Jokowi dilantik di sidang paripurna DPRD selama 5 tahun untuk memimpin Jakarta.
Walaupun, kata Asraf, Jokowi bisa membangun komunikasi dengan DPRD dengan acara non formal. Terlebih Jokowi dianggap sebagai sosok yang memegang kuat akan adat-adat ketimuran.
"Memang tidak ada aturan pamitan ke DPRD. Tapi kemarin kita menyampaikan ketika seorang gubernur dilantik melalui rapat paripurna DPRD, kita berharap menyampaikan maksud cuti, medianya seperti apa, bisa sesederhana mungkin. Mewakili rakyat Jakarta," jelas Asraf.
Seperti diketahui, Jokowi mengajukan cuti sebagai gubernur DKI Jakarta untuk maju sebagai capres 2014. Cuti Jokowi baru disetujui Kemendagri setelah tanggal 31 Mei 2014.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya