Politikus PKB ragukan independensi MKD usut tuntas kasus Setnov
Merdeka.com - Anggota Komisi VIII DPR dari fraksi PKB, Maman Imanulhaq mempertanyakan independensi Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dalam menangani kasus 'papa minta saham' yang menyeret ketua DPR Setya Novanto. Menurutnya dengan persidangan yang dilakukan MKD secara tertutup justru makin memperburuk citra DPR.
"Yang masih kita pertanyakan adalah apakah MKD masih independen atau tidak. Masih memanggul dewan kehormatan atau tidak. Tapi kenyataannya seperti itu, MKD akan menjadi wajah buruk DPR. kalau orang ngeliat DPR gimana lihat MKD-nya," ucapnya ketika ditemui Merdeka.com usai mengisi acara FMJB (Forum Masyarakat Jakarta Bersatu) bersama ANBTI (Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika), MAZIKA (Majelis Zikir Kebangsaan) & FMKI (Forum Masyarakat Khatolik Indonesia) 'Membumikan Pesan Perdamaian Agama & Kepercayaan' di hotel Grand Cempaka, Jakarta, Sabtu (12/12) malam.
Maman yang juga pernah melaporkan Setya Novanto ke MKD terkait pertemuannya dengan Donald Trump, mengingatkan kepada DPR khususnya MKD agar memperbaiki citra yang telah mencoreng nama baik DPR.
"DPR seharusnya memperbaiki diri. DPR adalah institusi yang mulia tapi sekarang malah tidak mencerminkan sebagai wakil rakyat," bebernya.
Kemudian dirinya juga merasa kecewa sebagai anggota DPR karena ulah para anggota MKD. "Secara pribadi saya tentu malu menjadi anggota DPR. Harusnya seluruh anggota DPR menjaga martabat bukan malah bertindak seperti itu," tandasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya