Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Politikus PDIP: Hanya calon pemimpin bodoh yang tidak punya program keumatan

Politikus PDIP: Hanya calon pemimpin bodoh yang tidak punya program keumatan Hendrawan Supratikno. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menilai hanya calon pemimpin bodoh yang tidak mengutamakan agenda keumatan dalam visi, misi dan programnya 5 tahun ke depan. Sebab, Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim.

Pernyataan Hendrawan menanggapi syarat agar PKB memberikan dukungan kepada Joko Widodo di Pilpres 2019. PKB mensyaratkan Jokowi untuk memprioritaskan agenda keumatan dalam program kerjanya jika terpilih kembali menjadi presiden.

"Gini loh, Indonesia ini 80 persen muslim. Jadi hanya calon (presiden) yang bodoh yang tidak menekankan program-program yang sekali lagi menjangkau umat," kata Hendrawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/4).

Hendrawan mengingat pesan mantan Ketua MPR Taufiq Kiemas bahwa warga Nahdliyin dan kaum Marhaen adalah orang-orang yang belum mendapatkan dampak dari pembangunan di Indonesia.

"Pak Taufiq Kiemas setiap kali diskusi dengan kami di fraksi selalu mengingatkan 'eh ingat loh, yang belum banyak menikmati kue pembangunan itu kaum Nahdliyin, kaum Marhaen, jadi orang-orang kita ini, itu sebabnya dekat-dekat dengan NU'," terangnya.

Lagipula, menurutnya, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla telah cukup memberikan perhatian kepada umat Islam. Perhatian itu diwujudkan dalam beberapa program, seperti Bank Wakaf, Kredit Usaha Rakyat, Kartu Indonesia sehat dan kartu Indonesia pintar.

"Loh perhatian untuk segmen ini besar. Itu sebabnya ada bank wakaf, ada kredit usaha rakyat ditekan dari 11 persen tahun ini 7 persen," ungkapnya.

Anggota Komisi XI DPR ini menyarankan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung PDIP harus mengusung program ekonomi kerakyatan. Bentuk programnya bisa alokasi kredit untuk UMKM sampai membangun sistem kesejahteraan sosial.

"Nah tentu sebabnya calon Presiden atau wakil Presiden pertama yang mereka usung adalah ekonomi kerakyatan," tandas Hendrawan.

Ketua DPP PKB Lukman Eddy mengatakan pihaknya juga punya syarat untuk Jokowi ingin mendapatkan hati partainya. Sebab, PKB sebagai partai berbasis Islam mengutamakan agenda keumatan.

Berangkat dari situ, Edy lantas menyinggung soal politisi PDIP Arteria Dahlan yang memaki jajaran kementerian Agama saat rapat kerja bersama bersama Jaksa Agung HM Prasetyo di DPR, Senayan, Jakarta pada Rabu (28/3) lalu.

"Tawaran kita kan dua hal itu, yang paling diprioritaskan adalah agenda keumatan. Kira kira visi misi 5 tahun yang akan datang Jokowi ini mencantumkan agenda keumatan atau tidak. Kalau kerjanya hanya misalnya politisi politisi PDIP hanya maki maki kementerian Agama, Departemen Agama ya bahaya ini," ujar Eddy.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP