Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Politikus NasDem Sebut Pernyataan Prabowo soal Pertahanan RI Rapuh Tak Berdasar Data

Politikus NasDem Sebut Pernyataan Prabowo soal Pertahanan RI Rapuh Tak Berdasar Data Debat Keempat Pilpres 2019. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Dalam debat keempat capres yang digelar KPU Sabtu (30/3), Capres Prabowo Subianto menyatakan bahwa tujuan utama diplomasi adalah untuk memajukan kepentingan nasional sebuah negara, melalui jalan-jalan perundingan dan pertukaran diplomasi. Diplomasi harus di-back up oleh kekuatan, sementara, Prabowo menilai kekuatan pertahanan kita rapuh.

"Apa yang disampaikan Pak Prabowo dalam debat soal pertahanan Indonesia rapuh, sesungguhnya spekulatif dan tidak membaca data dengan benar," ujar juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin, Wanda Hamidah melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (1/4).

Mengutip data, Wanda menyebut Indonesia berada di urutan 15 dari 137 negara. Bahkan, lanjut Wanda, Singapura yang menganggarkan dana militer 30 persen dari GDP-nya dibandingkan Indonesia yang hanya 0,8 persen, berada di peringkat 59. Peringkat ini disusun berdasarkan skor Powerindex suatu negara yang dihitung dengan menggunakan 55 faktor individu dan kolektif.

"Indonesia merupakan negara yang kuat di bidang pertahanan, bahkan untuk kawasan Asia Tenggara militer kita merupakan pasukan terbaik dan terkuat," ucap caleg DPR RI Partai Nasdem Dapil Jakarta Timur ini.

Karena itu, kata dia, pernyataan Prabowo bahwa pertahanan kita rapuh perlu mendapatkan koreksi dengan melihat fakta dan data secara komprehensif.

"Data dan fakta menunjukkan sebaliknya, Indonesia memiliki pertahanan kuat, bukan rapuh," tukasnya. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP