Polemik BPIP, Prananda Prabowo tulis surat terbuka minta kader PDIP tenang
Merdeka.com - Kader PDI Perjuangan seluruh Indonesia diminta tidak bersikap reaksioner, menanggapi pemberitaan tentang Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Hal itu disampaikan Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi Partai (Situation Room) PDI Perjuangan, Muhammad Prananda Prabowo dalam surat terbukanya yang diterima merdeka.com, Sabtu (2/6).
Prananda menyampaikan amanat ketua umum PDI Perjuangan Megawati dalam menyikapi polemik yang berkembang terkait pemberitaan Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Dalam surat itu, disampaikan pula bahwa Kader PDI Perjuangan harus menjadi bagian dari masyarakat yang mendukung terwujudnya media massa sebagai salah satu pilar demokrasi Pancasila.
"Karena itu hubungan baik dan silaturahmi dengan media massa harus dikedepankan. Jika ada pemberitaan yang dianggap kurang tepat, maka kewajiban bagi seluruh kader adalah menyampaikan kepada media argumentasi yang berbasis pada data dan fakta, melalui cara yang telah diatur dalam perundang-undangan yang berlaku," tulis Prananda.
Prananda menyampaikan kepada kader untuk tetap memegang teguh ajaran Bung Karno, Pancasila 1 Juni 1945.
"Selalu memilih jalan musyawarah untuk mufakat dalam setiap penyelesaian persoalan, jadilah banteng penjaga persatuan dan kesatuan bangsa," pungkasnya.
Kader PDIP sempat bersitegang dengan media Radar Bogor. Gara-garanya, media lokal kota hujan itu menuliskan berita berjudul 'Ongkang-Ongkang kaki dapat Rp 112 juta' di halaman depannya. Puluhan massa menggeruduk kantor redaksi media tersebut. Meminta agar menyampaikan permintaan maaf karena telah memberitakan yang dianggap salah itu.
Berikut isi surat terbuka Prananda Prabowo:
Saya, Muhammad Prananda Prabowo, Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi partai (situation room) PDI Peruangan,
(i) berdasarkan arahan dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri;(ii) menyikapi polemik yang berkembang terkait pemberitaan Ibu Megawati selaku Ketua Dewan pengararh badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP);(iii) menyampaikan kepada kader PDI Perjuangan di seluruh tanah air, untuk:
1. Tidak bersikap reaksioner. "Tenang saja," kata Ibu Megawati.2. Menjadi bagian dari masyarakat yang mendukung terwujudnya media massa sebagai salah satu pilar demokrasi Pancasila. Karena itu, hubungan baik dan silaturahmi dengan media massa harus dikedepankan. Jika ada pemberitaan yang dianggap kurang tepat, maka kewajiban bagi seluruh kader adalah menyampaikan kepada media argumentasi yang berbasis pada data dan fakta, melalui cara yang telah diatur dalam perundang-undangan yang berlaku.3. Pegang teguh ajaran Bung Karno, Pancasila 1 Juni 1945. Selalu memilih jalan musyawarah untuk mufakat dalam setiap penyelesaian persoalan. Jadilah banteng penjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Salam, perjuangan kita belum selesai. Merdeka!!!
Ttd
Muahmmad Prananda Prabowo
Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi Partai (Situation Room) PDI Perjuangan

(mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya