PKS: Uji materi berpeluang gagalkan penyaluran BLSM

Reporter : Ya'cob Billiocta | Rabu, 19 Juni 2013 19:09




PKS: Uji materi berpeluang gagalkan penyaluran BLSM
Pembagian BLT. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) optimistis pengajuan uji materi RUU APBN-P 2013 ke Mahkamah Konstitusi efektif mencegah pelaksanaan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) yang jadi kompensasi kenaikan BBM.

"Saya melihat peluang ini cukup besar, karena kenapa? Kalau lihat UUD Pasal 33, tentang bumi, air, digunakan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat indonesia. Kita lihat konstruksi APBNP kita angelnya di situ," kata Ketua DPP PKS Indra yang juga anggota Komisi III DPR di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (19/6).

Menurut Indra, kenaikan BBM dapat menyengsarakan rakyat. Terlebih, mengaca pada pelaksanaan bantuan langsung tahun-tahun sebelumnya, banyak masalah terutama salah sasaran penyalurannya.

"Petani, mereka bekerja miskin, tetapi tidak dapat BLSM, mereka justru ikut kena dampak BBM naik. Penghasilan mereka jadi terdegradasi," ujarnya.

Namun, peluang besar itu tak berbanding dengan waktu. Untuk memperjuangan perubahan uji materi APBN-P ke mahkamah Konstitusi, harus berkejaran dengan gong pembagian BLSM yang ditargetkan akhir Juni depan.

Untuk itu, Indra berharap peran serta MK untuk memperjuangkan uji materi itu, ketika berkas aduan sudah didaftarkan.

"Undang-undang ini berlaku hingga tahun 2013, ini banyak lah. Jadi, makanya memang agak sulit mengejar waktunya tetapi ini bagian ikhtiar, makanya MK harus berikan prioritas," terangnya.

[did]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Martin Hutabarat setuju pilkada langsung asal korupsi berkurang
  • Menag: Jangan sampai WNI banyak studi ke luar negeri
  • KPK kesulitan jelaskan unsur penghinaan di surat protes Anas cs
  • Di penjara, tahanan KPK masih dapat banyak fasilitas
  • Pembahasan revisi UU MD3 deadlock, Menkum HAM lapor ke Jokowi
  • Ini cara Menaker agar buruh tak terus demo minta kenaikan UMP
  • KPK ungkap Wawan tahanan berkocek paling tebal di rutan
  • Unsur penghinaan surat protes Akil dan Anas di rutan nihil
  • Jaksa Agung sesumbar akan lanjutkan semua kasus yang mangkrak
  • Ranking FIFA: Jerman kokoh, Inggris melompat
  • SHOW MORE