Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PKS intensifkan lobi Gerindra, Demokrat & PDIP untuk cari lawan Ahok

PKS intensifkan lobi Gerindra, Demokrat & PDIP untuk cari lawan Ahok Basuki Tjahaja Purnama. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menghargai keputusan yang diambil oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pasalnya calon inkumben ini memutuskan untuk maju dalam Pilkada DKI 2017 melalui jalur partai politik.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI Syakir Purnomo mengatakan, maju melalui jalur partai politik merupakan hak setiap orang, termasuk Basuki atau akrab disapa Ahok. Karena dalam aturan yang berlaku diberikan pilihan, yaitu menggunakan jalur perseorangan atau parpol dan atau gabungan parpol-parpol.

"PKS menghargai pilihan yang telah diambil oleh Pak Ahok dengan menggunakan jalur parpol untuk maju sebagai Cagub dalam Pilkada 2017 mendatang," katanya saat dihubungi, Kamis (28/7).

Walaupun begitu, PKS memutuskan untuk berseberangan dengan mantan Bupati Belitung Timur itu. Menurut Syakir, kemungkinan besar partainya akan membangun koalisi partai dalam rangka memenangkan pesta demokrasi tahun depan.

"PKS dan partai-partai lain akan membangun berkolaborasi dalam kompetisi di Pilkada 2017 untuk melawan Pak Ahok," terangnya.

Syakir mengungkapkan, pihaknya ingin menghadirkan pemimpin terbaik agar Jakarta ke depan makin lebih baik lagi. Sehingga koordinasi dengan partai besar seperti PDI Perjuangan dan Gerindra terus dilakukan.

"Kami ingin yang terbaik untuk warga Jakarta. PKS akan terus berkomunikasi dengan Gerindra, Demokrat, PDI Perjuangan, PPP, PKB," tutupnya.

Untuk diketahui, akhirnya didepan tiga partai yaitu Nasdem, Hanura, dan Golkar dan Teman Ahok, Ahok akhirnya memutuskan untuk menggunakan jalur partai politik. Artinya ketiga partai yang mendukung ini akan mengusung Ahok.

Dan secara otomatis, satu juta fotokopi KTP yang sudah dikumpulkan oleh Teman Ahok selama kurang lebih 4 bulan (formasi Ahok-Heru pada kertas dukungan) ini pun tidak akan jadi digunakan. Hal ini dikarenakan Ahok tidak menggunakan jalur perseorangan untuk maju pada Pilkada 2017.

(mdk/sho)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP