PKS heran polisi sangat sigap usut penyebar meme Setya Novanto sakit
Merdeka.com - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menilai, meme berbau kritik yang disampaikan netizen kepada Ketua DPR Setya Novanto saat masih menjalani perawatan di rumah sakit sebagai sesuatu yang wajar. Namun, menurutnya, netizen juga harus mempertimbangkan sisi kemanusiaan saat membuat meme.
"Jadi menurut saya kritik iya, tapi bagus juga kritik itu dipertimbangkan kan beliau sakit. Bahwa kalau sekarang beliau sehat, nah itu masalah beda lagi. Lebih bagus kalau mengkritisi mempertimbangkan kemanusiaan dan beradab," kata Hidayat di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/11).
Merasa nama baiknya dicemarkan, Setnov melaporkan 32 akun media sosial yang diindikasi membuat dan menyebar meme dirinya saat masih sakit. Hidayat menyoroti sikap kepolisian yang sangat sigap memproses laporan Setnov.
Padahal, kata Hidayat, banyak laporan dari masyarakat yang hingga saat ini belum mengalami kemajuan. Hal ini menjadi tantangan terhadap keberpihakan polisi untuk menegakkan hukum.
"Untuk kepolisian juga yang dilaporkan kepolisian banyak banget, kenapa polisi langsung dengan sigap tangkap tentang hal ini. Sementara yang lain terlalu banyak dilaporkan tapi belum ada progres," tegasnya.
Sebelumnya, Setnov melaporkan 32 pemilik akun media sosial Facebook, Twitter, dan Instagram ke Bareskrim Polri, pada 10 Oktober 2017. 32 Akun tersebut dituduh mencemarkan nama baik dan penghinaan melalui media sosial.
Bareskrim Polri begitu cepat mengusut kasus tersebut, hingga pada Selasa (31/10) malam, salah satu pengunggah meme Setnov ditangkap. Dia adalah Dyann Kemala Arrizqi anggota dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya