PKS alami krisis keuangan setelah kadernya tertangkap KPK
Merdeka.com - Presiden PKS Anis Matta mengeluh partainya mulai krisis keuangan setelah ada kadernya tertangkap karena tersangkut kasus korupsi. Terakhir kader PKS yang tertangkap karena kasus korupsi adalah mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.
"Kesulitan (buat kampanye). Saat kasus-kasus itu (muncul) plus di tahun politik. Keuangan PKS kesulitan," kata Anis dalam diskusi politik bertajuk Pemira di The Future Institute (TFI) Patra Residensial, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (5/12).
Agar keuangan partai tidak limbung, ia mensiasati dengan mengurangi biaya operasional kampanye PKS pada pemilu nanti. "Saya mereduksi biaya operasional partai. Termasuk biaya perjalanan. Jadi semua naik ekonomi, baik darat laut atau udara. Apa aja yang bikin kita sampai, yang penting sampai," katanya.
Anis menjelaskan, saat ini untuk operasional dana kampanye partainya mengandalkan iuran dari internal PKS. "Kita masih pakai patungan. Masih dari kita sendiri," ungkap Anis.
PKS gelar pemira
Anis juga menjelaskan, tujuan pemilihan raya (Pemira) yang dilakukan partainya adalah untuk membangun demokrasi internal. "Jadi kalau Pemira itu konsepnya, saya sebagai presiden partai untuk membangun sistem demokrasi internal. Bagaimana kita dalam hal rekrutmen untuk kepemimpinan," kata Anis.
Anis menyatakan, tujuan tersebut karena ada dukungan suara dari berbagai daerah. Karena itu diperlukan mekanisme yang melibatkan semua kader-kader PKS.
Ia menuturkan, sebelumnya mekanisme ini sudah dilaksanakan oleh Dewan Syuro PKS. Baru kali ini untuk praktik memilih calon presiden secara langsung baru digunakan.
"Kalau mekanisme Pemiranya sudah ada, tapi secara pribadi saya mendorong supaya ada terbuka dan transparan, dinamikanya ada tapi solidaritas partai terjaga," tutur Anis. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya