PKS: Ada penunggang gelap dalam kasus impor daging
Merdeka.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menuding ada konspirasi di balik penanganan kasus suap impor daging yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua DPP PKS Mohamad Sohibul Iman juga menyatakan perkara yang diduga melibatkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq bisa ditunggangi pihak tertentu.
"KPK itu memiliki berbagai hak istimewa. Hak-hak subjektif itu harus diterapkan penuh dengan kehati-hatian. Bisa saja ada free rider yang menunggangi itu, kalau KPK ditunggangi free rider dan dibaca masyarakat maka KPK akan jatuh. Luthfi dan Andi sama-sama ditangkap tangan, tapi keduanya beda," kata Sohibul dalam acara diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (2/2).
Usai menyampaikan pendapatnya, pernyataan itu lantas dibantah perwakilan Indonesian Corruption Watch (ICW) yang turut hadir dalam acara diskusi itu. ICW meminta PKS tidak lagi mencari kambing hitam atas kasus yang menimpa partainya, tapi harus segera melakukan intropeksi dan membersihkan diri.
"Saya kira cukup, jangan ada lagi kambing hitam yang kemudian muncul. Ketika KPK sudah mulai menyentuh elit parpol, apalagi sudah menyentuh logistik parpol, maka reaksi, resistensi itu yang disebutkan oleh partai politik," jawab Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Abdullah Dahlan.
ICW berpendapat, tindakan KPK tidak terkait dengan kepentingan apapun dalam menangkap pelaku korupsi. Lembaga anti korupsi ini juga tidak hanya membela satu partai selama bekerja.
"Kami masih dalam pandangan bahwa KPK objektif dan terbukti juga tidak hanya satu partai yang disasar oleh KPK dalam kurun waktu ini," tutupnya. (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya