Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pinang Rhoma jadi capres, Cak Imin dituding ganggu demokrasi

Pinang Rhoma jadi capres, Cak Imin dituding ganggu demokrasi Muhaimin-Rhoma Irama. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Raja Dangdut Rhoma Irama serius maju dalam bursa pencapresan tahun 2014. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar ( Cak Imin ) adalah orang partai pertama yang menyatakan dukungannya terhadap pencapresan Rhoma.

Namun menurut pengamat politik LIPI, Indria Samego , tindakan PKB meminang Rhoma sangat mengganggu demokrasi.

"Instan sekali Cak Imin meminang Rhoma. Itu tindakan pragmatis. Mengganggu demokrasi selanjutnya," ujar Indria dalam diskusi 'Mencari Calon Legislatif Pilihan Rakyat' di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Selasa (11/6).

Indria mengatakan, siapa saja boleh mencalonkan diri bahkan artis sekali pun. Namun harus memenuhi kriteria pendidikan politik.

"Siapa saja berhak. Tapi kalau tak punya pendidikan politik, akan menjadi tak masuk akal, irasional," jelas dia.

Sebelumnya, Cak Imin sendiri yang langsung meminta Rhoma Irama untuk menjadi capres dari PKB.

"Saya rasa ini menarik sekali, kita sudah lirik kemana-mana, sepertinya sosok Bang haji ini harus kita lirik juga," kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu di Jakarta, Minggu (2/12) akhir tahun lalu.

Cak menegaskan keputusan ini sudah bulat. Di mata Menakertrans itu, Rhoma sosok yang punya ketangguhan melawan kandidat yang diusung partai lain. "Saya yakin kandidat dari PKB Bang Haji. Bang Haji sebagai sosok alternatif buat pencapresan," jelasnya.

Ternyata niat Cak Imin tidak sejalan dengan kadernya. Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bidang Kepemudaan, Abdul Malik Haramain menegaskan akan tetap mendukung Mahfud MD sebagai dalam bursa Capres 2014. "Ya pilih Pak Mahfud lah," kata Malik di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (2/12). (mdk/war)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP