Pimpinan DPR Minta Surpres Calon Panglima TNI Dikirim Sebelum 8 Oktober
Merdeka.com - Wakil Ketua DPR RI Lodewijk Freidrich Paulus meminta Istana segera mengirim nama Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto. Lodewijk meminta Presiden Joko Widodo mengirim surat presiden sebelum DPR memasuki masa reses pada 8 Oktober mendatang. Sekjen Golkar ini berharap sebelum tanggal 7 Oktober sudah ada Panglima TNI baru.
"Diharapkan sebelum itu dengan masa reses yang Insya Allah selesai tanggal 7 (Oktober) kita sudah bisa memiliki panglima TNI," ujar Lodewijk di DPR RI, Kamis (29/9).
Menurut Lodewijk, jika tidak dilakukan sebelum masa reses DPR maka akan ada waktu yang sempit untuk memproses calon Panglima TNI pilihan Jokowi. Sebab, Panglima Hadi akan pensiun tepat 1 Desember 2021.
"Kalau enggak kita menunggu total waktu persiapan sangat sempit," kata mantan Danjen Kopassus ini.
Untuk saat ini DPR masih belum juga menerima surat presiden terkait calon Panglima TNI. Lodewijk mengatakan, DPR terus memonitor perkembangan.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, Istana belum menyampaikan surat presiden terkait pergantian Panglima TNI ke DPR.
Pratikno mengatakan, masih ada waktu hingga November untuk menyerahkan nama pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
"Belum ini, tadi barusan saya sampaikan kita akan ajukan secepatnya karena waktunya masih cukup untuk penggantian panglima, panglima itu kan pensiun, masa jabatannya sampai akhir November," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/9).
Pratikno mengatakan, pemerintah sudah berkoordinasi dengan Ketua DPR RI Puan Maharani terkait surat presiden pengganti Panglima TNI.
"Jadi kita masih cukup punya waktu, tadi kami juga sudah koordinasi dengan ibu ketua DPR untuk pengusulan surat panglima itu, yang jelas kita akan lakukan secepatnya dan ada waktu bagi DPR untuk anu lah," jelasnya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya