Pimpinan DPR: Kasur Rp 12 M baru dianggarkan, kalau mau kritik nanti
Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menyatakan anggaran sebesar Rp 12 miliar yang diperuntukkan untuk pembelian kasur yang akan ditempatkan di rumah dinas para anggota telah melalui hasil survei yang panjang. Terlebih, kata dia, hal ini sudah melalui peninjauan ulang berkali-kali.
"Kasur sudah ditinjau. Disurvei setjen. Hasil survei perlu dikasih. Kasur yang lama ditarik. Sehingga diganti kasur yang baru," kata Agus di Gedung DPR, Jakarta, Senin (24/8).
Walaupun begitu, dia menyatakan impian anggota dewan memiliki kasur baru belum tentu terealisasi. Pasalnya, pemerintah belum tentu menyetujuinya. Apalagi, di tengah perekonomian yang sedang merosot.
"Kan belinya tidak sekarang. Baru dianggarkan. Kalau mau kritik nanti. Ada pembahasan di pemerintah. Belum tentu pemerintah terima," katanya.
Politikus Demokrat inu enggan berkomentar lebih jauh saat ditanya apakah anggaran tersebut terbilang fantastis apabila hanya untuk diperuntukkan membeli kasur semata. "Situ yang tahu," tukas Agus.
Seperti diketahui, DPR kembali mendapat sorotan terkait anggaran pembelian kasur yang akan ditempatkan di rumah dinas para anggota. Anggaran sebesar Rp.12.452.495.000 harus dikeluarkan negara untuk membuat tidur para anggota DPR nyenyak.
Anggaran pembelian kasur sebesar Rp 12 miliar itu diungkap oleh Direktur Center for Budget Analysis Uchok Sky Khadafi melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, Sabtu (22/8).
Uchok mengatakan publik mempertanyakan kepada ketua DPR, untuk apa beli kasur. "Masak DPR mau beli tempat tidur kasur, memang anggota dewan itu mau tidur atau mau bekerja?" kata Uchok.
Uchok menjelaskan, pembelian kasur itu akan disebar di puluhan rumah jabatan anggota di kawasan Kalibata dan Ulujami. "Kalau disimulasi, alokasi anggaran untuk Kalibata dan Ulujami sebesar Rp 1,1 miliar, maka setiap rumah jabatan DPR, atau untuk satu orang anggota dewan pembelian kasur sebesar Rp 19 juta."
Uchok membuat perincian alokasi anggaran pembelian kasur itu sebagai berikut:
1). Pengadaan Spring Bed Rumah Jabatan Anggota DPR RI Kalibata Rp 10.304.525.000
2). Pengadaan Spring Bed Rumah Jabatan Anggota DPR RI Ulujami sebesar Rp 847.110.000
3). Pengadaan Spring Bed Wisma Griya Sabha sebesar Rp 1.300.860.000
"Kami dari Center for Budget Analysis meminta kepada sekjen DPR dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto untuk segera membatalkan lelang kasur atau pengadaan spring bed ini, karena, hanya menghambur-hamburkan uang negara saja, dan memperlihatkan kemewahan DPR di depan publik," pungkasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya