Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pimpin Upacara HUT RI, Sekjen PDIP sindir jadi Cawapres bayar Rp 1 triliun

Pimpin Upacara HUT RI, Sekjen PDIP sindir jadi Cawapres bayar Rp 1 triliun PDIP ungkap daftar nama bakal caleg. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar upacara HUT ke-73 RI. Upacara itu berlangsung di Kantor PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jumat (17/8).

Acara dimulai pukul 09.00 WIB. Di upacara ini, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang bertugas sebagai inspektur upacara memberikan pidatonya. Dalam pidatonya, Hasto sempat menyinggung bakal calon wakil presiden (cawapres) yang harus mengeluarkan uang Rp 1 triliun untuk bisa maju di Pilpres 2019.

"Mau jadi Wakil Presiden saja harus keluarkan dana satu triliun rupiah saudara-saudara," kata Hasto dalam pidatonya.

Hasto juga menggelorakan pada kadernya untuk bisa memenangkan pasangan bakal capres-cawapres petahana Presiden Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin. Hal itu kata dia harus dilakukan hingga sampai titik darah penghabisan.

"Selamat berjuang, mari kita bergerak satu darah menyongsong pemilu legislatif dan pemilu presiden tahun 2019 yang akan datang kita akan bergerak kita menangkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan nomor 3," ujarnya.

"Sanggup? Kita pejuangan Pak Jokowi untuk menjabat periode kedua melalui tetesan keringat kita," ucapnya.

Diketahui, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menuding Sandiaga Salahuddin Uno memberikan uang mahar kepada PAN dan PKS masing-masing sebesar Rp 500 miliar demi terpilih jadi cawapres Prabowo. Namun isu itu telah dibantah Sandi, PKS dan PAN.

Bahkan PKS dan PAN berencana melaporkan Andi Arief ke polisi atas tuduhan yang dianggap tanpa bukti tersebut.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP