Pilgub Jatim, PDIP anggap hasil hitung cepat berbeda-beda
Merdeka.com - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan penghitungan cepat (quick count) Pilkada Jawa Timur (Jatim) yang hampir keseluruhan menyatakan pasangan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno kalah dari pasangan Khofifah dan Emil Dardak ini masih belum selesai. Sebab, kata dia, masih ada lembaga yang juga menyatakan Gus Ipul unggul dari Khofifah.
"Saat ini ada quick count yang mengatakan perbedaan antara enam sampai dua persen bahkan juga ada yang mengatakan satu persen. Sehingga kita tunggu hasil dari Jawa Timur," kata Hasto di DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (27/6).
Menurutnya, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini konsisten mendukung Gus Ipul-Puti. Karena, kata dia, itu adalah rekomendasi dari para kiai dan juga tokoh Nahdliyin.
"Terkait dengan Jawa Timur misalnya ya kita melihat bagi PDI Perjuangan yang penting Jawa Timur itu berproses melalui rekomendasi para kiai saat itu. Dan kami konsisten dalam melaksanakan rekomendasi para kiai dari tokoh-tokoh keluarga besar nahdliyin saat itu berkirim surat pada Ibu Megawati Soekarnoputri," ungkapnya.
Hasto melanjutkan, kalah menang dalam pilkada itu hal yang biasa. Namun semua keputusan akhir pilkada, berada di tangan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Hasil-hasil quick count ada indikasi menang ada indikasi kalah itu biasa dalam demokrasi tetapi rekapitulasi tetap itu berdasarkan dari KPU. Itu yang kita lakukan," ucapnya.
Diketahui, berdasarkan hasil hitung cepat sementara yang dilakukan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Rabu (27/6), hingga data masuk 82 persen, pasangan Khofifah -Emil unggul dengan raihan 52,24 persen. Sementara Gus Ipul -Puti meraih 47,76 persen.
Demikian juga dalam hasil cepat yang dilakukan LSI Denny JA. Hingga data masuk 85 persen, gunakan Khofifah -Emil meraih 54,4 persen suara. Sedangkan pasangan Gus Ipul - Puti meraih 45,7 persen.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya