Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pilgub Jatim, Khofifah kampanye di diskusi film Sang Kiai

Pilgub Jatim, Khofifah kampanye di diskusi film Sang Kiai Khofifah diskusi Sang Kiai. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon gubernur (Cagub), Khofifah Indar Parawansa menggelar diskusi Film "Sang Kiai" di Yayasan Pendidikan Khadijah Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/5). Film yang disutradarai Rako Priyanto ini, terinspirasi dari perjuangan KH Hasyim Asy'ari dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dalam diskusi bertajuk 'Behind the Scene Film Hadratussyaikh Sang Kiai' ini, Khofifah yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Khotijah itu, menggandeng Dewan Koordinasi Wilayah Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa).

Hadir di acara itu di antaranya, Sekjen DPP PKB Imam Nahrawi, Sekjen DKN Garda Bangsa Malik Haramain, Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya H Abdul A'la, Rako Prijanto (Sutradara Sang Kiai), Ikranegara (pemeran KH Hasyim Asy'ari), Christine Hakim (Nyai Kapu), dan Agus Kuncoro (KH Wahid Hasyim)

Imam Nahrawi berharap, film Sang Kiai bisa menjadi inspirasi pemenangan Khofifah-Herman S Sumawiredja di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2013. "Kita berharap Khofifah akan menang di Pilgub Jawa Timur. Kita tidak sedang berkampanye, tapi kita berharap seperti Film Sang Kiai ini, yang wajib untuk ditonton sebagai inspirasi perjuangan kita. Maka di Pilgub Jawa Timur nanti, Khofifah wajib untuk menang," kata Imam Nahrawi.

Pun begitu dengan Khofifah. Meski tidak terang-terangan, dalam diskusi film tersebut, Ketua Umum PP Muslimat NU itu, menyindir kecurangan Pilgub Jawa Timur 2008 silam, sebagai bentuk kemerosotan bangsa, untuk itu perlu diluruskan agar menjadi benar.

"Pesan Hadratussyaikh (KH Hasyim Asy-ari), membela negara adalah hukumnya fardhu 'ain. Maka film ini akan menyemangati kita untuk bela negara. Bangsa ini sudah dipenuhi kecurangan, bangsa ini tengah berada pada kemerosotan moral. Maka sebagaimana pesan Hadratussyaikh, bela negara adalah fardhu 'ain. Di Pilgub Jawa Timur kali ini, jangan ada lagi kecurangan," tegas di Bunda Muslimat itu.

Sementara menurut Sekertaris DKW Garda Bangsa, Ka'bil Mubarok, pihaknya akan menggelar road show bedah Film Sang Kiai di beberapa kota dan disusul nonton bareng pada 31 jaringan XXI se-Indonesia. "Ini film sejarah yang penting bagi generasi muda. Film tokoh nasional dari kalangan NU yang kontribusinya luar biasa bagi tegaknya NKRI," kata dia.

Ka'bil juga menambahkan, kini saatnya Indonesia menjadi bangsa besar, bangsa yang menghargai jasa pahlawan. Bangsa yang menghargai demokrasi dan kebenaran tanpa bertindak di luar hukum (berlaku curang).

Sekadar tahu, Film Sang Kiai ini berkisah tentang KH Hasyim Asy'ari, pendiri sekaligus pengasuh Ponpes Tebu Ireng Jombang. Beliau lahir di Desa Gedang, Kec Diwek, Jombang pada 10 April 1875.

Kakek dari KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini, juga peletak dasar sprit kebangsaan Indonesia. Bersama KH Bisri Syamsuri, KH Wahab Hasbullah, dan ulama'-ulama' besar lainnya, KH Hasyim Asy'ari mendirikan organisasi Jam'iyah Nahdlatul Ulama pada 31 Januari 1926 di Jombang.

Peran sang kiai juga membangkitkan semangat juang peristiwa 10 November di Kota Surabaya, yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan. Melalui fatwa resolusi jihad, Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari memimpin perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. "Keteladanan inilah yang kemudian menginspirasi digelarnya kegiatan Behind the Scene Sang Kiai," tandas Ka'bil. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP