Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pilgub Jabar, poros ini mulai ditinggal dua partai

Pilgub Jabar, poros ini mulai ditinggal dua partai PAN Jabar. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat serta PAN mulai ditinggalkan dua partai lainnya yang sudah mulai menentukan sikap politik. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah menentukan sikap politiknya mendukung Ridwan Kamil dengan Partai NasDem nya.

Sedangkan Partai Hanura sudah memberi sinyal untuk memberikan dukungan pada Golkar dan PDIP yang kemungkinan besar akan mengusung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar.

Sebelumnya lima partai tersebut sudah merapatkan barisan untuk menatap Pilkada Serentak dan Pilgub Jabar 2018. Pertemuan lima partai sebelumnya pernah dilakukan di Hotel Horison pada Agustus 2017 lalu.

"Hari ini PPP, Demokrat dan PAN kembali melanjutkan pertemuan untuk ketiga kalinya. Poros ini tetap berjalan dan kita sudah diketahui DPP masing-masing," kata Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Iwan Sulandjana.

Pertemuan itu dilakukan pada Jumat (8/9) malam. Menurutnya dua partai yang pernah bersama-sama sudah menentukan arah politiknya masing-masing. Dia menambahkan, poros tiga partai dengan modal total 25 kursi keterwakilan di DPRD Jawa Barat ini berencana untuk mencari kandidat bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang akan diusung dalam Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang. Sejauh ini memang baru tiga nama yang sudah ada yakni Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, dan Dedi Mulyadi.

"Kita melihat itu figur di Jawa Barat masih banyak. Makanya kita bersepakat membuat wadah yang bisa dipakai siapa saja nanti yang menurut kriteria kita pantas untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur. Kesempatan dibuka lebar," tuturnya.

Dia mengakui, tiga partai tersebut memang belum resmi karena belum dikeluarkannya SK. Tapi dari beberapa pertemuan mereka sudah memiliki visi misi sama. Pihaknya juga mengaku masih melakukan kerjasama masih ada klausul-klausul yang perlu diperbaiki baik poin-poin terkait pemilihan level gubernur maupun pilkada 16 kabupaten kota di Jawa Barat.

"Jadi penandatanganan kita tunda dulu. Kita lihat masih ada yang harus diperbaiki lagi untuk memasukan poin bahwa selain pemilihan untuk gubernur kita harus memikirkan pilkada serentak di 16 kabupaten kota," imbuhnya.

Ketua DPW PAN Jawa Barat Hasbullah Rahmad optimistis bisa melakukan seleksi dan survei tokoh-tokoh yang akan diusung baik dari dalam internal masing-masing partai maupun dari luar internal partai.

"Sekarang belum bicara tentang figur dari luar atau dalam. Kami punya ruang bagaimana memberikan kanalisasi bagi kader partai untuk tampil tapi tidak juga menutup kemungkinan kami bertiga membuka kesempatan untuk tokoh yang menurut kami pantas ke depan bergandengan dengan koalisi ini," ujar Hasbullah.

Ketua DPW PPP Jawa Barat Ade Munawaroh pun mengungkapkan hal serupa. Menurut dia, badan pemenangan pemilu koalisi tiga partai ini akan membuat rancangan program serta kriteria calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat ke depan yang sesuai dengan keinginan serta visi misi koalisi.

"Kami juga ingin membuat poros baru ini ketik kami bisa mencari dan menyeleksi beberapa calon yang ada di Jawa Barat," tutur Ade. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP