Pidato perdana, Bamsoet sebut DPR adalah 'pelangi Indonesia'
Merdeka.com - Bambang Soesatyo menyampaikan pidato perdananya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pria yang akrab disapa Bamsoet ini menyebut DPR adalah pelangi Indonesia. Menurutnya, DPR juga merupakan tempat di mana semua spektrum politik kebangsaan Indonesia bertemu.
"Di sinilah kita bertemu dengan semua spektrum politik kebangsaan kita. Kita harus merawat keragaman ini, sambil berupaya agar masyarakat Indonesia yang diwakilinya mampu untuk terus melangkah mengejar kemajuan bersama," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/1).
Di hadapan ratusan anggota DPR, Bamsoet berjanji akan menjalankan tugas dengan berpegang teguh pada pilar-pilar utama kebangsaan kita, yaitu UUD 1945, Pancasila, NKRI, dan prinsip mulia Bhineka Tunggal Ika.
"Posisi yang terhormat sebagai Ketua DPR RI bukanlah sekadar jabatan atau kedudukan, tetapi sebuah amanah untuk merealisasikan cita-cita bersama akan sebuah negeri yang lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih bermartabat," ujarnya.
Selain itu, Bamsoet menyadari DPR zaman 'now' kerap menjadi sorotan oleh publik dari berbagai ruang publik. Oleh karenanya, dia bertekad menyerap aspirasi publik di era sekarang.
"DPR sekarang adalah DPR di 'zaman now' sebuah lembaga politik yang terus menjadi sorotan, di tengah terpaan arus sosmed, dan karena itu harus terus terbuka untuk mengadopsi kehendak serta tuntutan zaman baru," tegasnya.
Mantan Ketua Komisi III DPR ini menuturkan, dirinya akan mengordinasikan kerja-kerja politik dari alat kelengkapan dewan sesuai amanat konstitusi. Salah satunya mendorong pembuatan regulasi jangka panjang yang sesuai keinginan rakyat.
Dia juga akan mendorong DPR untuk melakukan pengawasan yang seksama dan responsif terhadap kebutuhan rakyat. Serta memastikan alokasi anggaran yang mampu mendorong kesejahteraan dan keadilan.
"Kami akan mendorong lahirnya produk-produk legislasi yang relevan dengan kepentingan jangka panjang seluruh bangsa Indonesia," ucapnya.
Tak hanya itu, Bamsoet berupaya memperkuat fungsi dasar DPR RI, yaitu legislasi, pengawasan, dan anggaran.
"Ketiga fungsi ini harus berjalan seiring dan saling mendukung. Termasuk penguatan terhadap tugas, fungsi dan kewenangan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), sebagai benteng kehormatan tidak saja kepada para anggota. Tetapi juga kepada DPR sebagai institusi lembaga tinggi negara," tambahnya.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya