Pesan-Pesan Mendalam Tokoh Muhammadiyah Pada Sunanto
Merdeka.com - Sunanto terpilih menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022. Ia menggantikan Dahnil Anzar Simajuntak. Beberapa tokoh Muhammadiyah menyampaikan beberapa pesan pada ketua PP Pemuda Muhammadiyah yang baru.
Berikut pesan-pesan untuk Cak Nanto, panggilan akrab Sunanto dari tokoh-tokoh Muhammadiyah:
Buya Syafii: Organisasi Muhammadiyah Netral
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif meminta agar organisasi Muhammadiyah termasuk Pemuda Muhammadiyah bersifat netral dalam pemilihan legislatif (Pileg) maupun pemilihan presiden (Pilpres). Sikap netral ini harus dipegang organisasi Muhammadiyah sesuai dengan arahan dari PP Muhammadiyah. Artinya, anggota Muhammadiyah bebas untuk menyalurkan aspirasi politiknya, tapi jangan sampai dibawa ke organisasi.
"Sebagai organisasi (Muhammadiyah) bersifat netral dalam Pileg dan Pilpres. Sebagai pribadi (anggota Muhammadiyah), sebagai warga negara terserah mereka, diberi kebebasan menentukan pilihan," jelasnya.
Pesan dari Abdul Muti
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menilai terpilihnya Cak Nanto sebagai bukti kedewasaan dalam tubuh Pemuda Muhammadiyah. Selain itu, multikulturalisme juga sudah menyatu dalam pergerakannya."Dua periode Pemuda Muhammadiyah dipimpin putra Batak, sekarang dipimpin putra Madura. Itu juga menjadi bukti sebaran Muhammadiyah sebagai gerakan integrasi nasional dan ke-Indonesiaan yang sejati,â ujar Abdul Mu'ti.
Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDahnil juga berpesan pada Cak Nanto untuk terus memajukan Pemuda Muhammadiyah. Tugas dakwah sesuai amar ma'ruf nahi munkar harus terus dijaga. Sebab dakwah merupakan tugas bagi generasi muda dan harus terus dilakukan."Dari Pemuda Muhammadiyah, harus berani amar ma'ruf nahi munkar, dakwah kemanusiaan dan dakwah sosial kemasyarakatan serta intelektualitas," kata dia.
Tanggapan Sunanto
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comCak Nanto menjelaskan, sesungguhnya Muhammadiyah jauh sebelumnya telah menetapkan tidak adanya larangan bagi para kader Muhammadiyah untuk terlibat dalam politik praktis. Muhammadiyah memberi kebebasan untuk berpolitik. Namun, itu dalam kapasitas personal, bukan secara institusi."Kalau secara pribadi, Muhammadiyah membebaskan keputusannya untuk berpolitik, tapi secara organisasi dilarang," kata Cak Nanto.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya