Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pertemuan Prabowo, Puan dan Megawati Dianggap 'Cek Ombak' untuk Pilpres 2024

Pertemuan Prabowo, Puan dan Megawati Dianggap 'Cek Ombak' untuk Pilpres 2024 Megawati dan Prabowo. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri didampingi Ketua DPR Puan Maharani bertemu dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan. Pertemuan ketiganya pun menjadi pertanyaan publik berkaitan dengan dinamika politik nasional khususnya Pilpres 2024.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo menilai pertemuan tersebut masih jauh dari pembicaraan koalisi untuk Pilpres 2024. Sebab untuk membentuk koalisi tidak semudah bertemu tiga orang dalam waktu yang singkat.

"Saya merasa ini masih terlalu pagi. Ini hanya model test to water (cek ombak) aja. Pagi-pagi di tahun 2021 ini mereka masih test to water," katanya kepada merdeka.com, Sabtu(20/11).

Kunto menilai membicarakan koalisi untuk 2024 masih terlalu dini. Mereka butuh penjajakan dan fokus untuk meningkatkan elektabilitas masing-masing kandidat.

"Proses menuju Prabowo-Puan itu masih jauh dan enggak sesederhana bertemu sebentar tiga orang," ungkapnya.

Merujuk dari sejarah antara PDIP dan Gerindra, Kunto menilai koalisi mereka tidak berjalan mulus. Megawati dan Prabowo pada Pilpres 2009 kalah telak. Kemudian pada Pilpres 2014, PDIP tidak berkoalisi dengan Prabowo dan mengusung Joko Widodo (Jokowi).

Walaupun pada 2024 banyak orang meramalkan kedua partai akan islah atau berdamai, pengamat komunikasi dari Universitas Padjajaran Bandung tersebut melihat kecil kemungkinan mereka akan berkoalisi kembali.

"Kalau misalkan jadi Bu Mega, yang punya kursi, suara yang hampir mencukupi atau sudah mencukupi, mencalonkan capres sendiri, apakah Bu Mega mau calon dari PDIP sebagai calon wakil presiden?" ungkapnya.

"Tetapi jika Gerindra ditawarkan apakah PDIP tetap ingin jadi calon presiden, apakah Pak Prabowo masih mau jadi calon wakil presiden. Itu harus ditemukan dulu, problem utamanya atara PDIP dan Gerindra adalah itu," tambahnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP