Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perseteruan Djarot vs Sandiaga memanas karena kasus orang super kaya

Perseteruan Djarot vs Sandiaga memanas karena kasus orang super kaya Djarot-Sandiaga. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Sandiaga Uno bersama rekan bisnisnya, Andreas Tjahyadi, dilaporkan Fransiska Kumalawati Susilo selaku orang yang diberi kuasa melaporkan aduan Djoni Hidayat ke Polda Metro Jaya. Laporan itu berkaitan dengan dugaan pidana penggelapan saat melakukan penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang, Banten pada 2012.

Polda Metro Jaya sudah melayangkan surat panggilan untuk Sandiaga Uno. Namun dengan alasan kesibukan kampanye, Sandiaga mangkir dari panggilan tersebut. Kasus ini mendadak jadi perang politik antara Sandiaga Uno dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat. Sebab, Djarot ikut berkomentar kemudian membandingkan Sandiaga dengan Ahok dalam hal menghadapi proses hukum. Djarot mengatakan, Ahok selalu hadir di sidang kasus dugaan penodaan agama setiap Selasa.

"Pak Ahok itu lho setiap Selasa masih disidang, enggak pernah mangkir, taat pada hukum ya enggak," ujar Djarot di Kebon Jeruk, Selasa (21/3).

Menurut Djarot, proses hukum harus dihormati. Bukan hanya Ahok, Sandiaga juga seharusnya menghormati hukum dengan tidak menjadikan padatnya agenda kampanye sebagai alasan agar pengusutan kasus ditunda. "Ya semuanya juga padat," kata Djarot.

Pernyataan itu membuat hubungan antara Sandiaga dan Djarot memanas. Sandiaga balik menyerang Djarot yang dinilainya tak mengerti kasus penjualan tanah yang melibatkan orang tajir.

"Ini perseteruan dua orang super kaya, mungkin Pak Djarot enggak ngerti kasusnya, kasihan juga komentar sesuatu hal yang dia tidak mengerti, tapi itu sah-sah saja, namanya berkampanye," katanya di Recapital Building, Melawai, Jakarta Selatan, Selasa (21/3).

Djarot tak mau kalah. Dia kembali menyindir kasus yang melibatkan dua orang super kaya. pernyataannya sebelumnya hanya ingin memberikan contoh bahwa setiap warga negara harus taat terhadap hukum yang berlaku.

"Aku bukannya berseteru. Saya enggak tahu kasusnya apa. Apalagi menyangkut orang-orang super kaya," kata Djarot saat ditemui di kawasan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/3).

"Saya juga bukan orang super kaya. Kaya itu Alhamdulillah kan begitu. Tetapi kaya hati kita," ucapnya.

Sandiaga menduga kasus ini kental muatan politis. Sebab, saat ini dia tengah bertarung di putaran kedua Pilgub DKI Jakarta. Dia lantas meminta agar polisi menunda pemeriksaannya untuk menghindari persepsi ditunggangi kepentingan politik.

"Tentunya kasus itu sudah dilaporkan, yang bertikai itu orang yang sangat super kaya. Saya ingin mengimbau, yuk kita balikkan pilkada ini, pikirkan warga yang tentunya menginginkan solusi terhadap masalah yang dihadapkan. Orang super kaya ini memiliki koneksi yang kuat, punya kuasa, dan punya kemampuan untuk menggerakkan," katanya di Kemang, Rabu (22/3).

Permintaan Sandiaga itu justru kembali memancing Djarot. Saling serang kembali terjadi. Menurut Djarot, sebagai warga negara yang baik, seharusnya Sandiaga menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Seharusnya dia tidak perlu banyak berkilah ketika satu permasalahan yang terjadi akhirnya terpublikasi.

"Apa berat banget ya (kasusnya), sampai minta keringanan begitu? Berat banget ya," sindir Djarot di sela blusukan di Kelurahan Susukan, Jakarta Timur, Senin (27/3).

Dia kembali membandingkan sikap Sandi dan Ahok saat menghadapi masalah hukum. Djarot menegaskan, Ahok selalu hadir dalam pemeriksaan bahkan saat persidangan meskipun tengah kampanye.

"Saya cuma sampaikan, kepada siapa pun juga, negara kita ini kan negara hukum. Sebagai warga negara yang baik, harus ikuti kaidah-kaidah hukum, ya kita hadapi dong. Kalau seperti itu ya datang dong," terangnya.

Sandiaga kembali bereaksi atas sindiran Djarot. Sandiaga menilai Djarot tak mengerti kasusnya sehingga tidak perlu banyak berkomentar. Sandiaga mengklaim sebagai warga yang taat hukum dan akan memenuhi panggilan kepolisian untuk memberikan klarifikasi.

"Pak Djarot kan enggak tahu hukum, dia enggak selayaknya berkomentar untuk masalah hukum. Tapi ya enggak apa-apa namanya juga politik. Jadi enggak usah baper. Kita OK OCE banget kok," ujar Sandiaga seperti dilansir Antara, Senin (27/3).

Dia kembali membantah terlibat kasus penjualan tanah yang melibatkan orang-orang tajir yang sudah berteman selama 60 tahun lebih. "Pak Djarot mungkin belum konsultasi dengan tim hukumnya," ucapnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP