Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perlakuan istimewa Jokowi buat Komjen Budi Gunawan

Perlakuan istimewa Jokowi buat Komjen Budi Gunawan Presiden Jokowi. ©REUTERS/Darren Whiteside

Merdeka.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno tiba-tiba menampakkan diri di Gedung DPR sekitar Pukul 10.00 WIB kemarin. Pratikno hendak menemui pimpinan DPR untuk menyampaikan hal penting untuk segera dibahas di legislatif.

Pratikno membawa amanah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) berupa surat resmi Istana. Surat tersebut berisi tentang calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Jokowi menunjuk Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan menggantikan Sutiyoso menjadi kepala BIN.

Tak biasanya, seorang menteri langsung yang mengantarkan surat dari presiden untuk pencalonan kepala lembaga di eksekutif maupun yudikatif, seperti Kapolri, Jaksa Agung, duta besar, dan sebagainya. Biasanya, surat penting dari presiden itu hanya disampaikan oleh seorang deputi atau bagian surat menyurat di Sekneg.

Namun khusus untuk Budi Gunawan, surat diantar langsung oleh Mensesneg Pratikno. Hal ini dipandang sebuah isyarat Presiden Jokowi agar DPR segera memproses pencalonan Budi Gunawan sebagai orang nomor satu di BIN.

"Biasanya kalau Presiden itu merasa penting begitu, kan ada pesan khusus meminta dibantu dipercepat, maka menteri dikirim langsung, kehadiran Pratikno menandakan memang Presiden menginginkan agar itu diproses cepat," kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (2/9).

Maka dari itu, Fahri mengatakan, DPR dapat menangkap maksud Presiden tersebut. Senin (5/9) depan akan digelar Rapat Pimpinan (Rapim) dan selanjutnya diadakan Badan Musyawarah (Bamus).

"Jadi mudah-mudahan hari Senin sudah lempar ke Komisi I dan kita harapkan untuk secepatnya mengadakan atau menyelenggarakan fit and proper test," katanya.

Budi Gunawan memang bukan orang jauh bagi Jokowi, terlebih PDIP partai utama pengusung presiden di Pilpres 2014. Budi Gunawan merupakan mantan ajudan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat menjadi Presiden kelima RI. Bahkan Budi Gunawan disebut salah satu orang yang mendukung pasangan Jokowi-JK di Pilpres.

Budi Gunawan juga bukan orang sembarangan di mata seorang Jokowi. Jokowi pernah mencalonkan Budi Gunawan sebagai Kapolri. Namun pencalonan tersebut gagal, sebab di waktu yang bersamaan, Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Meskipun belakangan, penetapan tersangka itu dibatalkan dalam proses praperadilan.

Perjalanan Budi Gunawan sebagai calon Kepala BIN juga dinilai bakal berjalan mulus. Di samping tak ada penolakan yang diungkapkan partai-partai di DPR, Komisi I DPR juga hanya berhak memberikan pertimbangan, bukan menolak Budi Gunawan jadi kepala BIN.

Hanya Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa yang mengungkap kekhawatiran jika Budi Gunawan jadi Kepala BIN. Terlebih menurut dia, Budi Gunawan berperan besar dalam memenangkan Jokowi pada Pilpres 2014 lalu saat melawan jagonya yakni Prabowo Subianto.

"Kalau kasus ditindaklanjuti ada 2 hal, pertama kasus rekening gendut," kata Desmond saat dihubungi, Jumat (2/9).

Hal kedua, kata Desmond, yang perlu diwaspadai adalah dugaan bahwa Budi Gunawan mampu menggerakkan kepolisian dalam Pilpres 2014 untuk memenangkan Joko Widodo. Dia khawatir hal ini akan terulang di Pilpres 2019.

"Kedua kasus pada saat pemilihan Jokowi kemarin menggunakan aparatur kepolisian untuk pilih Jokowi. Apa yang terjadi di 2019 kalau jadi seperti itu?" katanya.

"Kami waspada saja, biar bagaimanapun BG pernah terlibat persoalan itu. Kalau ke depan dia berpihak ke PDIP dan Presiden bahaya juga," sambung dia.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP