Perempuan PKB tak ingin Khofifah kembali maju di Pilgub Jatim
Merdeka.com - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa masih menjadi 'momok' di Pilgub Jawa Timur 2018 mendatang. Meski dua kali gagal di Pilgub Jawa Timur, periode 2009 dan 2013, nama Ketum DPP Muslimat NU ini, masih diperhitungkan.
Ditegaskan Ketua DPW Perempuan Bangsa Jawa Timur, Anisah Syakur, kalau si Bunda Muslimat NU itu, kembali maju, tak akan mendapat dukungan dari kaum perempuan Jawa Timur. Sebab, mereka lebih memilih Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, untuk maju di Pilgub 2018 mendatang.
"Sebenarnya, Bu Khofifah tidak pernah ada yang mau mendorong beliau maju di Pilgub Jawa Timur, kemarin. Hanya saja, karena dipaksakan, akhirnya kita (kaum perempuan Jatim) mau tidak mau harus mendukungnya," terang Anisah di sela rapat konsolidasi Perempuan Bangsa di Kantor DPW PKB Jawa Timur, Jalan Ketintang Madya, Surabaya, Sabtu (16/1).
Dia melanjutkan, "Sampai saat ini, belum ada wacana mendorong Bu Khofifah kembali maju. Saya sendiri Ketua Muslimat NU Bangil. Jadi kami sebenarnya tidak menginginkan beliau maju. Dan di Pilgub Jawa Timur ini, perempuan bangsa Jatim akan mendorong Gus Halim (Halim Iskandar) yang maju di Pilgub 2018."
"Muslimat itu, bukan organisasi politik. Jadi tidak difungsikan untuk terjun di dunia politik. Hanya personalnya saja. Di perempuan bangsa sendiri, adalah organisasi sayap PKB, yang berfungsi sebagai salah satu mesin politik partai. Makanya kita akan dorong Gus Halim, yang akan maju," sambungnya.
Ketua DPC Muslimat NU Bangil ini juga menegaskan, pilihan pihaknya ngotot memilih kakak kandung Ketum DPP PKB, Muhaimin Iskandar itu, karena menilai, selaik ketua partai dan Ketua DPRD Jawa Timur, Gus Halim dipandang laik memimpin Jawa Timur periode 2018/2013.
"Gus Halim orangnya polos, jujur. Sehingga layak maju. Kita menyakini, Gus Halim mampu memberikan perubahan signifikan di Jatim. Bukan berarti saat kepemimpinan KarSa (Soekarwo-Saifulla Yusuf), kurang bagus. Tapi ada celah, yang harus diperbaiki dan bisa menjadi lebih baik lagi," urainya.
Bahkan, Anisah juga meyakini, popularitas dan elektabilitas Gus Halim yang saat ini belum terlihat, bisa disiasati dengan berbagai cara, termasuk koalisi dengan partai nasionalis.
"Koalisi itu masih mungkin. PKB sendiri kan kental dengan NU-nya, bisa jadi kita akan berkoalisi dengan partai nasionalis. Meski kita bisa berangkat sendiri, karena PKB memiliki kursi yang cukup, yaitu 19 kursi di Jatim. Tentu soal elektabilitas bisa disiasati," ucapnya yakin.
Seperti diketahui, meski Pilgub Jawa Timur masih akan digelar 2018 mendatang, sejumlah nama mulai muncul dan diprediksi bakal meramaikan bursa Pilgub Jawa Timur. Ada nama Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Kemudian Khofifah Indar Parawansa, politisi Nasional Demokrat (NasDem) Hasan Aminuddin, Wali Kota Surabaya terpilih, Tri Rismaharini dan Bupati Banyuwangi terpilih Abdullah Azwar Anas.
Dari nama-nama tersebut, hanya nama Khofifah dan Risma yang memiliki elektabilitas tinggi, bahkan di DKI Jakarta. Sebut saja Khofifah, meski kandas di dua kali Pilgub Jawa Timur, yaitu 2009 dan 2013, si Bunda Muslimat ini mampu menguras energi Soekarwo-Saifullah Yusuf. Bahkan sampai pada gugutan di Mahkamah Konstitusi (MK).
Kemudian Risma. Tokoh perempuan di Surabaya ini, maampu mencuri perhatian publik Kota Pahlawan selama dua kali Pilkada, yaitu 2010 dan 2015. Dengan konsep tamannya, dan gaya kepemimpinannya yang 'meledak-ledak' Risma mendapat simpati warga Surabaya. Dia juga mampu membawa kotanya di level dunia. Rismapun mendapat label salah satu wali kota terbaik dunia.
Namun, kepastian politisi besutan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini maju di Pilgub Jawa Timur, masih simpang-siur. Sebagian menyebut akan didorong ke Pilgub DKI Jakarta 2017 melawan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dan ada pula menyebut di Pilgub Jawa Timur. Yang jelas, Risma akan didorong partai besutan Megawati Soekarno putri untuk Pilgub.
Kepastian majunya Risma ini, menyusul dipanggilnya secara khusus oleh Megawati di Jakarta saat Rakernas I PDIP di Jakarta kemarin. Megawati, memanggil secara khusus Risma dan Anas (Bupati Banyuwangi). Kemudian muncullah wacana, kedua tokoh itu, diandalkan partai berlogo kepala banteng moncong putih ini, untuk menorehkan kemenangan di dua Pilgub tersebut, yaitu DKI Jakarta dan Jawa Timur.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya