Pendukung Bamsoet Dipecat, Airlangga Sebut Itu Tanggung Jawab DPD I Golkar
Merdeka.com - Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menegaskan, pemecatan yang terjadi pada pengurus DPD II partainya bukan arahan pusat. Sebelumnya, Bakal Caketum Golkar Bambang Soesatyo menuding, pengurus DPD II, yang mendukungnya di Munas dipecat, diganti Plt.
Airlangga menilai, pemecatan merupakan urusan DPD I Golkar, bukan DPP Golkar yang dipimpinnya langsung.
"Itu kan masalah DPD I dengan DPD II. Mereka ada kasus spesifik lain-lain," kata Airlangga usai menghadiri acara MKGR di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (13/7) malam.
Dia menepis, bahwa itu arahan dari pusat atau DPP alias dari dirinya.
"Oh enggak ada. Karena kita berjenjang. Kalau DPD tingkat I itu dari pusat. Kalau DPD II itu koordinasinya di tingkat I," ungkap Menteri Perindustrian ini.
Dia juga enggan disebut otoriter. Karena semuanya sudah berdasarkan AD/ART partai berlambang pohon beringin itu.
"Kan kita demokrasi, partai Golkar punya AD/ART dan kita organisasi berjenjang. Jadi kalau tingkat II itu koordinasinya ke tingkat I provinsi," jelas Airlangga.
Sebelumnya, Ketua DPD tingkat II Golkar Maluku dan Cirebon menemui Wakorbid Pratama Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/7). Dalam pertemuan itu, mereka menceritakan kasus penonaktifan 10 Ketua DPD II Golkar Maluku oleh DPD I Maluku karena mendukung Bamsoet maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum Golkar di Musyawarah Nasional (Munas) 2019.
Ketua DPD II Cirebon Toto Sunanto menilai, alasan penonaktifannya terkesan dibuat-buat. Dia juga merasa dipaksa untuk mendukung Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto selama dua periode.
"Pada saat undangan halal bihalal di Jawa Barat, disuruh bawa cap, kemudian kami semua yang datang untuk mendukung Airlangga. Mekanisme-mekanisme ini yang saya kira sudah hilang. Kalau cara-cara seperti ini dibuat saja kerajaan," ujar Toto.
"Jadi nanti ada raja Dedi Mulyadi, nanti ada raja Airlangga. Nanti di setiap daerah ada. Jadi seenaknya saja mekanisme ini, terserah mereka. Tidak ada," sambungnya.
Sementara Bamsoet menantang Airlangga untuk memecatnya dari jabatan Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar.
Kenapa enggak saya aja yang di-Plt? dipecat, kan gitu. Karena sayalah sumber daripada kawan-kawan dipecat," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (12/7).
Bamsoet tidak takut jika Airlangga benar-benar memecatnya. Dia mengaku akan menempuh jalur hukum apabila benar dipecat.
"Ini negara hukum, dan saya akan mengupayakan langkah-langkah hukum," ungkapnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya