Peluang Ridwan Kamil Dilirik Partai untuk Pilpres 2024
Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mempertimbangkan masuk partai politik. Demi mengikuti kontestasi di tingkat nasional pada Pilpres 2024 mendatang.
Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKopi, Kunto Adi Wibowo menilai, peluang Emil, sapaannya, terbuka untuk dilirik partai politik. Sebab sebagai gubernur Jawa Barat, Emil masih memiliki panggung sampai 2023 nanti.
"Kalau menurut saya RK masih punya kans. Karena pertama dia masih punya panggung sebagai Gubernur Jabar sampai 2023, nah setelah 2023 dia harus segara mencari panggung baru lagi," katanya kepada wartawan, Rabu (6/10).
Emil sebagai kepala daerah dan politisi muda sangat aktif di media sosial. Hal ini menjadi nilai plus karena pemilih milenial atau kelompok muda bakal jadi mayoritas di Pemilu 2024.
"Dia pengguna sosmed yang sangat baik dari semua kepala daerah dan politisi muda dia salah satu yang paling baik menggunakan sosmed dan berinteraksi dengan kaum minelial atau anak-anak muda yang nanti di 2024 itu pemilih anak muda jadi mayoritas lebih dari 50 persen. Dan peluang itu tentu sangat baik," ujar pengajar Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad ini.
Satu hal yang mengganjal Ridwan Kamil hanya elektabilitasnya. Dalam sejumlah survei, Ridwan Kamil hanya mengisi jajaran papan tengah. Dalam survei Indikator Politik Indonesia Agustus 2021 lalu, Emil memiliki elektabilitas 5 persen. Charta Politika mencatat elektabilitas 8,1 persen.
Kunto mengatakan, partai biasanya menunggu di menit akhir melihat seberapa besar elektabilitas Emil.
"Problemnya adalah apakah partai-partai mau memberikan tiketnya ke RK, nah nanti kita tunggu. Biasanya mereka menunggu sampai akhir untuk melihat elektabilitas seberapa besar elektabilitasnya RK," terangnya.
Senada, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai kans Ridwan Kamil dilirik partai sepenuhnya pada elektabilitas. Sebab, tingkat keterpilihan ini mencerminkan dukungan rakyat.
"Kans RK tergantung dari elektabilitasnya dia sendiri. Jika elektabilitasnya tinggi, maka bisa saja dia akan maju dan akan banyak partai yang akan meminangnya. Namun jika elektabilitasnya stagnan bahkan turun dan rendah, maka akan pupuslah harapan," tutup Ujang.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya