Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PDIP soal pembersihan orang SBY: Lihat saat Jokowi gubernur DKI

PDIP soal pembersihan orang SBY: Lihat saat Jokowi gubernur DKI maruarar sirait. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Politikus PDIP Maruarar Sirait angkat bicara soal isu 'bersih-bersih orang SBY' di Kabinet Jokowi-JK. Menurut Ara, pernyataan SBY di Facebook beberapa waktu lalu hanya ungkapan perasaan saja.

"Itu perasaan SBY saja. Saya pikir SBY seorang negarawan enggak ada yang berpandangan ini personal SBY dan Ibu Mega," ujarnya di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (20/1).

Ara mencontohkan saat Jokowi menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta tidak mengganti orang-orang Fauzi Bowo. Atas dasar itu, Ara yakin Jokowi saat menjabat Presiden tidak mengganti pejabat untuk membersihkan orang-orang SBY.

"Ya kan lihat saja contohnya Jokowi saat menjadi wali kota Solo, gubernur DKI Jakarta, apakah bersihkan Fauzi Bowo? Tidak, saya kira karakter Jokowi bukan begitu ya. Ini bisa cek saya kira dia mengedepankan meritokrasi, bukan subjektifitas kalau memang bagus kenapa tidak?" ujarnya.

Ara menambahkan, pertemuan SBY dengan Jokowi beberapa bulan lalu telah memecahkan konstelasi politik terkait Perppu Pilkada langsung. Hal itu dibuktikan adanya partai yang dulu mendukung Pilkada tidak Langsung menjadi mendukung Pilkada Langsung. Ara tidak yakin isu ini diembuskan justru untuk memecah hubungan keduanya, Jokowi dan SBY.

"Pertemuan Jokowi dengan SBY punya dampak politik, bisa ubah konstelasi politik dan tidak semua orang happy, konstelasi politik itu bisa, masalahnya bisa gak SBY dan Jokowi dikompori? Saya rasa gak bisa," pungkasnya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP