PDIP soal Baliho: Resapi Ideologi Kami, Jadi Tak Terjebak Kedangkalan Berpikir
Merdeka.com - Politikus PDIP Hendrawan Supratikno menilai wajar ruang publik diisi baliho atau billboard bergambar tokoh politik. Termasuk, Ketua DPR Puan Maharani yang juga fotonya kerap ditemui di jalan-jalan protokol.
Hendrawan mengaku, adanya baliho Puan Maharani bukan sekadar untuk kepentingan politik elektoral atau meningkatkan popularitas. Tetapi, membangun ruang publik dengan narasi kemanusiaan dan kebangsaan.
"Kami membangun ruang publik dengan narasi kemanusiaan dan kebangsaan," katanya lewat pesan singkat, Kamis (12/8).
"Jadi jangan ujug-ujug dikaitkan dengan parameter politik elektoral. Coba renungkan, getar apa yang kita rasakan meresapi frasa Kepak Sayap Kebhinnekaan?" ucapnya.
Menurutnya, dari baliho Puan itu mencerminkan sebuah imaji kenusantaraan dan imaji negara bangsa yang merupakan anugerah luar biasa. Hal itu terdiri dari beragam suku, agama, bahasa.
"Imaji persatuan, toleransi dan sinergi anak bangsa. Sebuah selebrasi tentang cita-cita Indonesia Raya," kata anggota DPR RI ini.
"Resapi ideologi partai kami, camkan dan hayati semangatnya, sehingga tidak terjebak pada kedangkalan berpikir," pungkasnya.
Selain Puan Maharani, ada sejumlah baliho ketum partai yang terpampang di ruang publik. Di antaranya Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya