Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PDIP Singgung Menteri Pencitraan, NasDem Minta Parpol Ingatkan Kader Fokus Kerja

PDIP Singgung Menteri Pencitraan, NasDem Minta Parpol Ingatkan Kader Fokus Kerja Ahmad Sahroni. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni meminta partai politik pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk fokus bekerja menangani Covid-19. Dia menilai menteri yang berkinerja baik menangani Covid-19 maka citra di mata publik pun baik.

Pernyataan Sahroni menanggapi sindiran Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terkait menteri yang mulai pencitraan karena ingin maju pada Pemilu 2024.

"Kita parpol juga hendaknya mengimbau semua kader baik pimpinan daerah, menteri ataupun legislatif untuk fokus bekerja untuk rakyat, bukan memanaskan situasi," kata Sahroni saat dihubungi merdeka.com, Selasa (20/10).

Wakil Ketua Komisi III ini mengatakan menteri membangun citra sebenarnya tak ada masalah. Lagipula, kata Sahroni, publik bisa menilai mana menteri yang serius membantu saat krisis akibat Covid-19 dan hanya pencitraan saja.

"Kalau ada menteri yang pencitraan ya silakan-silakan saja. Toh di masa pandemi dan krisis ini, publik bisa melihat jelas mana pejabat yang kinerjanya bagus, mana yang memble dan hanya pencitraan," tegas dia.

Namun, Sahroni menyarankan agar Hasto lebih baik membuka siapa menteri yang dimaksud. Hal ini agar para menteri tidak saling curiga dan mengganggu soliditas koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Iya lebih baik demikian (dibuka menteri pencitraan) agar terang benderang untuk tidak saling menuduh satu sama lain. Boleh Boleh saja pencitraan kalau kerjanya enggak baik percuma saja," kata Sahroni.

Sebelumnya, Hasto Kristiyanto mengingatkan, para menteri merupakan pembantu Presiden. Menteri harus berani mengambil terobosan dan totalitas dalam memimpin kementeriannya.

Sebab itu, Hasto meminta menteri yang berimajinasi pada kontestasi Pemilu 2024 dan melupakan tugasnya sebaiknya berhenti sebagai menteri Presiden Joko Widodo.

"Menteri harus berani mengambil terobosan. Sebab menteri adalah sosok yang seharusnya memahami hal ikhwal kementerian yang dipimpinnya. Totalitas jajaran kabinet sangat penting. Karena itulah ketika ada indikasi menteri yang terlalu berimajinasi pada kontestasi Pemilu 2024, dan melupakan tugas dan tanggung jawab utamanya sebagai pembantu Presiden, sebaiknya segera menghentikan seluruh gerak pencitraannya, dan menempatkan kejar prestasi sebagai bagian budaya kerja. Sebab soliditas dan daya juang para menteri di tengah pandemi ini sangat penting," kata Hasto.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP