PDIP sebut PKB gagal paham dan jangan bikin gaduh terkait reshuffle
Merdeka.com - Politikus PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan PKB gagal paham terkait isu reshuffle dengan menuding PDIP berupaya merebut posisi Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar. Menurut Hendrawan, PDIP mengedepankan sinergitas di antara partai ketimbang rivalitas.
"Salah paham dan paham yang salah. Kami justru selalu komit membangun jembatan persahabatan dan sinergitas. Soal kursi kabinet itu urusan presiden, hak prerogatif Presiden," kata Hendrawan ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Kamis (7/4).
Hendrawan meminta agar PKB, termasuk semua parpol tidak membangun opini yang memperkeruh suasana. Menurut dia, tak satupun parpol dapat mengklaim punya hak atas satu kursi menteri sebab keputusan mengganti dan memilih menteri-menteri adalah domain Presiden Jokowi.
"Saya mengimbau semua parpol tenang dan rileks. Tak perlu ngotot mengklaim kursi kabinet atau membangun spekulasi politik yang bikin gaduh," jelas dia.
Dia mengatakan partainya tidak sedang membidik kursi Menteri Marwan sebagaimana yang dituduhkan PKB. PDIP lebih pada penilaian kinerja ketimbang membidik kursi menteri.
"Kami melakukan penilaian terhadap kinerja semua kementerian, bukan satu atau beberapa kementerian saja," pungkas Hendrawan.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya