Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PDIP puji sikap mundur Idrus sebagai kesatria yang bertanggungjawab

PDIP puji sikap mundur Idrus sebagai kesatria yang bertanggungjawab Hasto Kristianto. ©2016 merdeka.com/tommy lasut

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto mengaku prihatin atas keputusan Idrus Marham mundur sebagai Menteri Sosial dan kader Golkar. Hasto pun memuji Idrus sebagai sosok ksatria.

"Tentunya kami prihatin sekaligus terkejut dengan pernyataan tersebut tetapi apapun, ini menunjukkan sikap Idrus Marham yang kami kenal sebagai sosok yang kesatria yang bertanggungjawab," ujar Hasto di posko pemenangan bakal Capres-Cawapres, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Jumat (24/8).

Pengunduran Idrus sebagai Menteri Sosial ataupun kasus korupsi PLTU Riau 1 yang diduga membelitnya saat ini diklaim Hasto tak ada campur tangan Presiden Joko Widodo. Sebagai sesama partai politik pendukung Jokowi-Ma’ruf, Hasto mengatakan pihaknya bakal kooperatif atas segala dinamika yang ada.

"Pemerintah memang tidak pernah intervensi terhadap persoalan hukum tersebut, kekuasaan yudikatif itu bersikap independen terlepas dari campur tangan politik kekuasaan," tukasnya.

Diketahui dalam kasus ini, KPK baru menetapkan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johanes B Kotjo selaku pemilik Blackgold Natural Resources Limited sebagai tersangka. Eni diduga menerima suap sebesar Rp 4,8 miliar dari Johanes secara bertahap.

Proyek PLTU Riau-I sendiri masuk dalam proyek 35 ribu Megawatt yang rencananya bakal digarap Blackgold, PT Samantaka Batubara, PT Pembangkit Jawa-Bali, PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co. Ltd.

KPK sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan suap ini, di antaranya Menteri Sosial Idrus Marham, Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir, serta Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa-Bali Investasi Gunawan Y Hariyanto.

Kemudian Direktur Utama PT Pembangunan Jawa Bali (PJB) Iwan Agung Firstantara dan Direktur Utama PT Samantaka Batubara Rudi Herlambang.

Pemeriksaan terhadap mereka untuk mendalami kongkalikong PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) dengan petinggi PT PLN terkait penunjukan langsung perusahaan Blackgold, PT Samantaka Batubara, PT Pembangkit Jawa-Bali, PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co. Ltd menjadi satu konsorsium yang menggarap proyek tersebut.

Apalagi, dari balik jeruji besi, Eni Saragih sempat mengungkap peran Sofyan Basir dan Kotjo sampai PT PJB menguasai 51 persen asset. Nilai asset itu memungkinkan PT PJB menunjuk langsung Blackgold sebagai mitranya.

Pada Januari 2018, PJB, PLN Batu Bara, BlackGold, Samantaka, dan Huadian menandatangani Letter of Intent (LoI) atau surat perjanjian bisnis yang secara hukum tak mengikat para pihak. LoI diteken untuk mendapatkan Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPA) atas PLTU Riau-1. Samantaka rencananya akan menjadi pemasok batu bara untuk PLTU Riau-1.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP