Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PDIP: Pidato Mega agar Jokowi taat konstitusi bukan dengar pembisik

PDIP: Pidato Mega agar Jokowi taat konstitusi bukan dengar pembisik HUT PDIP. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua DPP PDIP, Rokhmin Dahuri menilai tak ada yang salah pada pidato Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang menyinggung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut dia, hal itu dilakukan agar Jokowi, sapaan Joko Widodo, taat pada konstitusi.

"Sebenarnya kalau kita cermati dengan baik pidato Ibu Mega itu tambahan saja. Tentang utama institut kebangsaan yang baik. Beliau ingin membantu Pak Jokowi menjadi pemerintah yang taat pada konstitusi karena begitu pemimpin tidak taat pada konstitusi maka hanya akan mendengar bisikan sekelompok orang," kata Rokhmin saat dikonfirmasi, Jakarta, Sabtu (11/4).

Bukan hanya itu, menurutnya masih banyak kader PDIP yang lupa kalau dirinya dibesarkan oleh partai. "Saya mencermati banyak saudara-saudara kita ingin jadi tanpa memperbesar partai. Selama ini Parpol sekarang belum sempurna," ungkapnya.

Disinggung apa pidato Mega mengindikasikan PDIP tidak memiliki kuasa langsung kepada Jokowi. Rokhmin mencontohkan sistem partai politik di Amerika.

Dia mengatakan, Jokowi sama seperti Presiden negara adikuasa Obama selalu berkoordinasi dengan partai oposisi di mana seharusnya seorang Presiden harus melakukan koordinasi dengan partai pendukung.

"Susah maaf maaf nih kalau kita menilai dari Presiden Obama, dengan memposisikan partai oposisi Obama selalu kembali demokrasi. Seharusnya kembali lagi ke partai pendukung bukan melenggang sendiri," pungkasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP