Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PDIP minta SBY beri pesan politik yang jelas agar rakyat tak bingung

PDIP minta SBY beri pesan politik yang jelas agar rakyat tak bingung SBY konpres di wisma proklamasi. ©2017 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyebut ada 'kelompok-kelompok tak terlihat' yang terus mengolok-olok dan menyerang SBY di media sosial. Hal itu disampaikan saat pidato di acara Dies Natalis Partai Demokrat ke 15 di JJC tadi malam.

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Perreira, meminta SBY membuka secara gamblang pihak yang dinilai sering menyerangnya di media sosial.

"Saya kira SBY perlu menjelaskan apa yang dimaksud target. Lebih baik kita gunakan istilah-istilah yang jelas kemudian tidak membingungkan di masyarakat ini," kata Andreas di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/2).

Sebab, jika tidak disampaikan secara jelas, justru akan menimbulkan sikap saling curiga dan kegaduhan di masyarakat.

"Sebagai pemimpin tentu harus menyampaikan pesan-pesan politik lebih jelas pada arah dan tepat sasaran sehingga tidak buat bingung masyarakat. Itu jauh lebih penting daripada menggunakan bahasa-bahasa yang enggak jelas dan justru jadi polemik baru dan buat masyarakat bingung," tegasnya.

Di kehidupan dunia maya, kata dia, setiap orang memiliki kedudukan yang sama tanpa memandang status dan jabatan termasuk SBY. Netizen akan memberikan respons seperti apa yang disampaikan SBY.

"Ya kalau kita masuk di medsos status kita sama dalam arti tidak ada lagi mantan presiden, presiden, dia anggota DPR atau siapa pun. Kalau kita masuk medsos ya orang berikan respons sesuai dengan apa yang kita berikan. Dan interaksi di medsos kita harus pahami sangat egaliter dan semua orang bisa sampaikan apa yang ia pikirkan dan respons," terangnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluhkan tengah menjadi korban di media sosial. "Ada invisible group, sebuah kekuatan yang tidak kentara. Bergerak sebagai mesin penghancur," kata SBY.

Dia menambahkan, saat ini sulit rasanya bagi rakyat biasa mencari keadilan hukum. SBY menyebut aparat hanya bersemangat mengusut kasus jika menimpa orang-orang di lingkaran kekuasaan.

Saat ini, lanjut SBY, sejumlah kasus besar berkategori terang yang seharusnya diproses sayangnya malah jalan di tempat.

"Sejumlah kasus besar berkategori terang yang menurut rakyat pasti diproses secara hukum nampaknya mengendap entah dimana," sindirnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP