PDIP konsisten tak usung eks napi koruptor maju nyaleg
Merdeka.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meloloskan para eks napi koruptor maju sebagai bakal calon legislatif. Meski begitu, PDIP tetap berkomitmen tidak akan menaruh calonnya yang bermasalah sebagai calon perwakilan rakyat.
"Kalau PDI Perjuangan taat bahwa di dalam proses pencalonan, kami tidak akan mencalonkan yang punya persoalan-persoalan hukum, khususnya korupsi. Dan kami konsisten," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Posko Cemara, Jumat (31/8).
Dia menegaskan, partainya sudah menunjukkan langkah konkret untuk koruptor ini. Bahkan ada kadernya yang langsung dipecat usai menjadi tersangka dalam kasus korupsi.
"Khusus yang terkena korupsi itu kami berikan sanksi pemecatan, yang terkena OTT kami berikan sanksi pemecatan seketika, ini bagian dari komitmen partai," tegasnya.
Hasto menuturkan, tugas partai adalah untuk membangun peradaban Indonesia. Membangun Indonesia yang lebih baik.
"Indonesia yang maju, Indonesia yang berkeadaban. Sehingga seluruh prosesnya bisa dipertanggungjawabkan dan kami terus-menerus melakukan perbaikan di internal untuk meningkatkan akuntabilitas kami di mata rakyat," pungkasnya.
Diketahui, Bawaslu Kabupaten Rembang memperbolehkan DPC Partai Hanura M Nur Hasan masuk ke daftar calon sementara Pemilu 2019. Padahal Nur Hasan adalah mantan narapidana korupsi. Di Jakarta, Bawaslu DKI juga mengabulkan gugatan M Taufik yang menjadi caleg Partai Gerindra.
Reporter: Putu Merta SuryaSumber: Liputan6.com
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya