Merdeka.com tersedia di Google Play


PDIP dan Jokowi kompak menanjak, Mega menurun

Reporter : Randy Ferdi Firdaus | Jumat, 28 Juni 2013 08:20


PDIP dan Jokowi kompak menanjak, Mega menurun
Jokowi dampingi Mega apel. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman

Merdeka.com - Dua hasil survei dirilis dua lembaga berbeda kemarin. Kedua lembaga, yakni Indonesia Research Centre (IRC) dan Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sama-sama menemukan elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan kadernya, Joko Widodo ( Jokowi ) terus menanjak.

Namun demikian, hasil riset dua lembaga itu justru menunjukkan elektabilitas Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menurun.

Hasil survei IRC menunjukkan Jokowi meraih elektabilitas 24,8 persen, mengalahkan Prabowo Subianto yang memperoleh 14,8 persen. Kemudian disusul Aburizal Bakrie (Ical) yang hanya mendapat 7 persen atau sepertiga perolehan suara Jokowi . Sementara Megawati Soekarnoputri hanya mendapat 5,5 persen.

Menurut hasil survei LIPI, Jokowi juga berada di tempat teratas dengan elektabilitas 22,6 persen. Selanjutnya Prabowo Subianto 14,2 persen, Aburizal Bakrie 9,4 persen dan Megawati Soekarnoputri 9,3 persen.

Elektabilitas Megawati jelas menurun. Sebelumnya, presiden kelima itu selalu bersaing dengan Prabowo di urutan teratas dalam sejumlah survei, setelah nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak dimasukkan lagi karena sudah tak bisa bertarung lagi dalam Pilpres.

Meski elektabilitas Megawati menurun, tak begitu dengan PDIP. Partai banteng moncong putih itu bahkan menurut hasil survei IRC dan LIPI menempati urutan teratas.

Menurut hasil survei IRC, PDIP menempati posisi teratas dengan 14,7 persen, di tempat kedua ada Partai Golkar 12,2 persen dan Partai Gerindra 11,1 persen. Sedangkan Demokrat menempati posisi empat dengan 7,5 persen. Margin of error dalam survei ini 2,3 persen sehingga PDIP mantap di posisi teratas.

Sementara menurut hasil survei LIPI, PDIP mendapat 14,9 persen, Golkar 14,5 persen, Partai Demokrat 11,1 persen dan Gerindra 7,4 persen. Namun karena margin of error dalam riset ini 2,31 persen maka PDIP tidak mutlak menang. Dengan kata lain, batas kesalahan membuat PDIP dan Golkar masih dalam zona persaingan.

Jika suara PDIP dan Jokowi kompak menanjak, sementara Megawati menurun, lantas apakah pamor Jokowi yang mengatrol PDIP? Lalu apakah berarti Jokowi yang lebih pantas jadi capres ketimbang Megawati?

[ren]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Capres 2014, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Capres 2014.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Smartphone dan ponsel dengan harga jual di atas Rp 100 juta
  • Ikut kampanye PKS, PNS dihukum 2 bulan penjara
  • APBD DKI Jakarta belum cair pembongkaran villa di Bogor tertunda
  • SDA tak masalah dilengserkan lebih cepat dari ketua umum PPP
  • Ditunggu sampai tutup, PKB dan PBB tak lapor dana kampanye
  • Modal kampanye Rp 300 juta, Aceng Fikri melenggang ke Senayan
  • Robert pasang badan demi amankan duit Budi Sampoerna di Century
  • Ahok: Konyol, bus iklan Win-HT tak bayar pajak
  • PKB klaim dapat 20 kursi di DPRD Jatim, PDIP cuma 17 kursi
  • Waspada, ini ciri-ciri paedofil
  • SHOW MORE