Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PDIP: Dalam politik, menyendiri dan sepi adalah kematian

PDIP: Dalam politik, menyendiri dan sepi adalah kematian hendrawan supratikno. ©dpr.go.id

Merdeka.com - PDIP hingga saat ini belum memutuskan bakal calon yang akan diusung di Pilgub DKI. Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno memberikan sinyal partainya tidak akan sendirian dalam mengusung jagoannya.

"Siapa yang bilang sendiri. Dalam politik, menyendiri dan sepi adalah kematian. Kalau mau menyepi jangan jadi politisi, jadi biarawati atau begawan atau apa," kata Hendrawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/9).

Hendrawan menuturkan, proses dan mekanisme penjaringan bakal calon PDIP sudah memasuki tahap akhir dan akan diumumkan sesuai masa pendaftaraan KPU, yaitu 21 hingga 23 September besok. Deklarasi bakal calon dari PDIP, katanya, akan disampaikan oleh Sekjen Hasto Kristiyanto.

"Jadi tentang persiapan pilkada sudah ‎memasuki tahap-tahap akhir. Jadi sesuai dengan jadwal yang dijadwalkan KPU, maka setiap parpol yang akan mendaftarkan pasangan calon mereka harus melakukan pendaftaran tanggal 21. Itu tentu jadwal itu akan diikuti PDIP," terangnya.

Meski begitu, Anggota Komisi XI tetap enggan menyebut bakal calon gubernur definitif yang akan dimajukan PDIP. Akan tetapi, lanjut dia, PDIP masih terus menyerap masukan dan dinamika yang berkembang di masyarakat soal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Termasuk juga peluang untuk mengusung pasangan incumbent Basuki T Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, atau duet walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Batang Yotok Riyo Sudibyo.

"Dalam tahap indikatif ini sejumlah nama muncul. Incumbent, ada sekarang berbagai sumber dari survei melakukan pasangan-pasangan imajiner yang artinya calonnya yang kemungkinan dijadikan alternatif. Silakan saja," ujar Hendrawan.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP