PDIP: Arsid-Elvier tidak kenal mobil mewah
Merdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meyakini pasangan nomor urut dua di Pilkada Tangerang Selatan, Arsid-Elvier Ariadiannie, bisa mewujudkan pemerintahan bersih untuk rakyat jika dipercaya memimpin Tangsel.
Hal itu disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dalam acara Malam Dana Gotong Royong untuk pasangan perubahan di Tangerang Selatan untuk pasangan nomor urut dua Arsid-Elvier, di Tangerang Selatan, Jumat (20/11) malam.
"Arsid memiliki pengalaman luas di pemerintahan. Sedangan Elvier sebagai seorang dokter dan posisinya sebagai kepala rumah sakit memiliki jiwa sosial dan kemanusiaan yang sangat kuat," kata Hasto seperti dikutip Antara.
Di luar kombinasi pengalaman tersebut, kata Hasto, pasangan ini merupakan antitesa pasangan Airin-Benyamin yang dikenal masih merupakan dinasti Atut, terpidana tujuh tahun penjara. Menurut dia, Arsid-Elvier, juga terbebas dari dominasi keluarga tertentu.
"Arsid-Elvier membawa semangat perubahan. Mereka berdua memiliki komitmen kerakyatan yang kuat, dan tidak mengenal mobil mewah," ujar Hasto.
Hasto menegaskan, cara gotong royong sebagaimana menjadi tujuan Malam Dana, dapat mengalahkan kekuatan modal.
"Di Tangerang Selatan ini kekuatan perubahan muncul dalam diri Arsid-Elvier untuk menjadikan kekuasaan sebagai alat keberpihakan pada rakyat miskin. Hal ini sejalan dengan realitas kemiskinan yang makin membesar akibat dominasi penguasaan dana APBN pada keluarga tertentu," jelas Hasto.
Pada kesempatan yang sama, Karna Brata Lesmana, Ketua Divisi Bapilu Hanura yang hadir menegaskan keyakinannya bahwa masyarakat Tangerang Selatan akan digerakkan oleh hati nurani untuk berani menghadapi dominasi politik keluarga yang selama ini menjadi kekuatan penopang Airin.
"Alasan mewujudkan pemerintahan yang pro rakyat tanpa korupsi itulah yang menjadi alasan Hanura mengapa kami mengusung sosok pemimpin seperti Arsid dan sosok dokter yang mampu mengobati penyakit rakyat, yakni dokter Elvier," tegas Karna.
Apalagi, tambah dia, Pilkada yang dilaksanakan pada tanggal 9 Desember bertepatan dengan momentum hari anti korupsi se-dunia.
"Momentum ini menjadi kesempatan emas bagi rakyat Tangsel untuk membebaskan diri dari berbagai persoalan korupsi," kata Karna.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya