Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Paripurna diskors, lobi pengesahan APBN-P 2013 berjalan panas

Paripurna diskors, lobi pengesahan APBN-P 2013 berjalan panas Rapat Paripurna RAPBN 2013. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Pengesahan RAPBN Perubahan tahun 2013 belum juga rampung. Setelah mengalami skors dua kali, pimpinan DPR memutuskan untuk mengambil mekanisme lobi dalam rapat paripurna kali ini. Rupanya, lobi pun berlangsung panas, setiap fraksi tetap ngotot pada pendirian masing-masing.

Sekretaris Fraksi Hanura Saleh Husin mengatakan, setelah lobi berjalan selama 2 jam, belum juga menemukan titik temu. Menurut Saleh, setiap fraksi tetap kukuh pada pendiriannya masing-masing.

"PDIP mengusulkan ini, PKS mengarahkan ini, Gerindra juga, opsi kita tetap. Jadi enggak ketemu," jelas Saleh usai melakukan lobi di Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/6) petang.

Saleh pun tidak menampik lobi yang dilakukan tertutup itu berjalan panas. Oleh karena itu, lobi juga diskors selama 30 menit. "Maka itu kasih kesempatan salat dulu. Biar tenang jernih, ketika kembali sudah memiliki sikap," imbuhnya.

Menurut Saleh, yang menjadi perdebatan dalam mekanisme lobi pimpinan adalah pasal 8 dalam RAPBN Perubahan tentang alokasi besaran subsidi BBM. "Kita enggak mau masuk ke situ, kita tegas tolak saja (kenaikan BBM)," tegasnya.

Apapun hasilnya nanti, lanjut dia, Fraksi Hanura tetap menolak kenaikan harga BBM. Meskipun harus dilakukan melalui pemungutan suara terbanyak atau voting. "Ya voting, kalah menang urusan kedua, yang penting voting," tandasnya.

Sementara itu, Politikus Demokrat Achsanul Qosasi tetap mendukung kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM. "Opsinya itu jelas cuma dua, menolak atau menerima (RAPBN-P 2013)," kata dia.

Achsanul menjelaskan, dalam lobi yang harus diskors itu, empat fraksi punya pandangan sendiri-sendiri tentang RAPBN-P. Sementara partai pendukung pemerintah, seperti Demokrat, PPP, PKB, Golkar dan PAN satu suara.

"4 Fraksi tidak satu kata. PDIP sendiri, Hanura sendiri, mereka menolak tapi bukan berarti bersama yang sama itu 5 fraksi. Mau tidak mau ada opsinya cuma satu menerima APBN-P, atau menolak," tegas dia. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP