Para petani di Jatim akan tagih janji-janji Prabowo
Merdeka.com - Maju sebagai calon presiden dari Partai Gerindra , Prabowo Subianto mengaku siap melindungi produk-produk pertanian lokal. Janji mantan Danjen Kopassus inilah, yang kemudian memikat para petani. Namun, para petani masih menanti paparan visi dan misi dari masing-masing pasangan calon presiden yang bakal meramaikan bursa Pencapresan 2014.
Pasangan yang sudah pasti bakal bersaing dengan Prabowo adalah pasangan capres PDIP Joko Widodo ( Jokowi ) yang berpasangan dengan Jusuf Kalla ( JK ) dari Partai Golkar, yang baru saja mendeklarasikan diri dan bersiap-siap mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI), meski menyatakan suka terhadap Prabowo, namun kali ini belu memutuskan sikap politiknya di Pilpres 9 Juli nanti.
"Memang, para petani lebih suka memilih Pak Prabowo. Teman-teman petani yang sempat menghubungi saya, rata-rata mengatakan demikian. Tapi kami belum memutuskan sikap kami secara resmi di pilpres nanti. Musyawarah daerah baru akan digelar awal Juni mendatang," ujar Ketua APPI Jawa Timur, Jumantoro di Surabaya, Senin (19/5).
Jumantoro mengaku, pihaknya berharap banyak dari program-program Prabowo yang selalu digembar-gemborkan. "Prabowo berkali-kali menegaskan lokalitas harus dilindungi dan produk pangan di Indoensia tidak boleh bergantung dengan produk impor. Dia pernah menjanjikan pemberdayaan, bukan pemberdayaan petani. Program pertanian benar-benar bukan proyek politik. Ini sangat kami nanti," katanya.
Selanjutnya, masih kata dia, tinggal bagaimana konsistensi Prabowo atas janji-janji itu. "Masalah subsidi pupuk misalnya, jangan hanya retorika. Jangan sampai ada penganaktirian, subsidi bahan bakar minyak lebih besar daripada subsidi terhadap pupuk," ucap Jumantoro mengingatkan.
Tak hanya Prabowo, Ketua Umum DPP PAN, Hatta Rajasa yang menjadi cawapresnya juga diharapkan bisa membuktikan kapasitasnya sebagai seorang ekonom yang melindungi kepentingan dalam negeri. "Selama ini, Hatta Rajasa dikenal sebagai penyokong dunia wirausaha. Saatnya dia membuktikan dukungannya kepada petani. Petani menginginkan kemudahan akses permodalan," ujarnya.
Terpisah, pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Jember, Agung Purwanto, menilai pasangan Jokowi - JK, lebih mendapat dukungan negara-negara lain daripada pasangan Prabowo-Hatta.
"Ke depan Indonesia masuk sebagai bagian negara maju G-20. Roda pemerintahan akan lebih dinamis, jika mendapat sokongan dari negara-negara maju. Sementara Prabowo-Hatta, jika mampu membuktikan janji-janjinya jika terpilih, Indonesia akan lebih mandiri di sektor pangan," ujarnya.
(mdk/mtf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya