Panitia Kongres PAN bekukan 8 suara pengurus DPW
Merdeka.com - Rapat pembahasan tata tertib Kongres ke-IV Partai Amanat Nasional (PAN) di Nusa Dua, Bali terpaksa diskors. Skors terpaksa dilakukan lantaran suasana di dalam ruang kongres semakin ricuh dan tidak kondusif karena beberapa pengurus DPW mempertanyakan status kepesertaannya dalam kongres.
"Pemilik suara sah kita 593 dan ada protes 5 dari Maluku Utara dan 3 suara dari NTT. Untuk kemaslahatan, suara tersebut dibekukan. Ada 1 yang meninggal, jadi suaranya 584," kata Wakil Ketua Steering Committee Kongres IV PAN, Farhan Hamid di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Minggu (1/3).
Untuk menjaga situasi kongres tetap tenang dan berjalan lancar, lanjut Farhan, pihaknya memanggil pengurus DPW yang dibekukan tersebut.
"Dengan segala kerendahan hati kita panggil ketua DPW-nya. Dan kita minta agar mereka tetap tenang dan sabar," jelasnya.
Rapat pembahasan tata tertib Kongres ke-IV PAN di Nusa Dua Bali terpaksa diskors. Sebab, suasana di dalam kongres berlangsung tidak kondusif dan ricuh.
Menurut Ketua DPP PAN Bara Hasibuan, kericuhan berawal ketika ada anggota DPW PAN Maluku Utara yang menanyakan status kepesertaan di dalam kongres. Sebab, status kepesertaan dalam kongres menjadi penting apakah yang bersangkutan bisa memberikan suara atau tidak.
"Tidak sampai 10 orang, tapi ini kan memang hal yang sangat sensitif soal kepesertaan," kata Bara Hasibuan.
(mdk/siw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya