Panas-dingin Pilkada Tangsel, Airin panen pengaduan
Merdeka.com - Ajang pemilihan kepala daerah Tangerang Selatan tahun ini cukup semarak. Ada tiga pasang kandidat bakal bersaing memperebutkan kekuasaan di daerah pinggiran Jakarta ini.
Kompetisi politik itu juga diikuti tiga Srikandi. Yakni Li Claudia Chandra, dr. Elvier Ariadiannie Soedarto Poetri, dan petahana Airin Rachmi Diany.
Dinamika politik pun mulai bergeliat di Tangsel. Namun anehnya, dari tiga kandidat, duet Airin dan Benyamin Davnie paling sering menjadi sasaran cibiran.
Memang tidak aneh hal itu terjadi kepada Airin. Namanya terus terseret dalam pusaran kasus korupsi melibatkan suaminya, Tubagus Chaeri Wardhana Chasan alias Wawan, dan kakak iparnya, Ratu Atut Chosiyah.
Wawan dan Atut sudah menjadi terpidana kasus suap sidang sengketa pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi. Wawan dicokok tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, usai memberikan fulus pelicin bagi mantan Ketua MK, Muhammad Akil Mochtar, melalui kader Partai Golkar, Susi Tur Andayani. Dalam perjalanannya, Atut ditetapkan sebagai tersangka dan turut dibui.
Tidak hanya itu, nama Airin semakin santer disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang Selatan. Suaminya lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka di kasus itu. Menurut informasi, Wawan mengatur proyek pengadaan alkes itu. Antara harga barang dan spesifikasi banyak yang meleset jauh. Proyek itu pun berjalan saat Airin menjabat sebagai Wali Kota Tangsel pertama sejak 2011. Belum lagi masalah infrastruktur dan kebersihan di Kota Tangsel. Bahkan, Tangsel berpotensi krisis sampah lantaran tempat pembuangan akhir sudah tak mampu menampung jumlah sampah.
Banyak pihak yakin Airin terlibat. Meski demikian, hal itu butuh pembuktian secara hukum. Sebab hingga saat ini status Puteri Indonesia Favorit serta Puteri Indonesia Pariwisata pun masih sebatas saksi.
Airin pun bisa dibilang sebagai calon paling banyak digoyang sejak awal. Satuan Tugas Lawan Politik Uang (Sapu) Tangerang Selatan menerima laporan dari warga soal praktik politik uang di daerah itu. Mereka menyatakan ada warga mengaku dimobilisasi dan mendapat iming-iming duit dari perwakilan Airin-Benyamin. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya