PAN tak usulkan Wahyu Sakti Trenggono gantikan Rini Soemarno
Merdeka.com - Nama mantan Bendum PAN, Wahyu Sakti Trenggono disebut yang bakal gantikan Rini Soemarno jadi Menteri BUMN. Wisnu merupakan mantan tim sukses Jokowi-JK saat Pilpres 2014 lalu.
Sebuah sumber dari internal PAN membantah isu tersebut. Menurut orang ini, Wahyu tidak masuk dari nama-nama yang diserahkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk dipilih Jokowi jadi menteri.
"Tidak ada nama Wahyu Sakti Trenggono," kata sumber itu.
Anggota DPR ini mengakui bahwa Zulkifli sudah memberikan nama untuk reshuffle jilid II nanti. Dia tak menjelaskan kapan reshuffle terjadi, namun menurut dia, reshuffle sudah dekat.
"Sebentar lagi," tutur dia.
Soal nama yang diberikan Zulkifli kepada Jokowi, dia menjelaskan, jika Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, Wakil Ketua Umum PAN Asman Abnur, Sekjen PAN Eddy Soeparno, dan pendiri PAN Didik J Rachbini diusulkan jadi menteri di kabinet Jokowi-JK.
Sementara itu, Ketua DPP PAN Yandri Susanto enggan berspekulasi soal isu Wahyu Sakti Trenggono akan masuk kabinet gantikan Rini Soemarno. Yandri menegaskan, Wisnu sudah tak lagi menjadi kader PAN saat ini.
"Dulu pernah (jadi kader PAN) sekarang profesional," kata Yandri saat dihubungi merdeka.com, Senin (9/11).
Ditanya apakah setuju Wahyu masuk kabinet tanpa rekomendasi PAN, Yandri hanya menjawab diplomatis. Menurut dia, setiap warga negara berhak jadi menteri jika ditunjuk oleh presiden.
"Jadi menurut saya siapa pun anak bangsa, yang menurut Pak Jokowi bisa dalam rangka meningkatkan kinerja, artinya di mata publik tidak punya masalah, dia bisa saja, apakah dia kader PAN atau bukan," terang Yandri.
Secara pribadi, Yandri tak mengenal sosok Wahyu. Menurut dia, dirinya tak punya kedekatan personal dengan Wahyu sehingga tak tahu banyak tentang sosoknya.
"Saya enggak pernah bareng sama dia," tutur dia.
Namun ketika disinggung, apakah Rini Soemarno layak diganti dari Menteri BUMN?
"Rini layak direshuffle, dari kinerjanya kurang pas kurang bagus kurang progresif. Misalnya gonjang ganjing masalah, reformasi kementerian, masalah Penyertaan Modal Negara ke BUMN, itukan yang menjadi isu tarik menarik di pengesahan APBN. Jadi memang karena BUMN sebagai salah satu andalan kita, menurut saya memang harus diisi orang-orang yang punya karakter dan progresif," tuntas dia.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya