PAN minta kepala daerah yang diusung tak jadi timses Prabowo-Sandi
Merdeka.com - Sekjen PAN Eddy Soeparno menyampaikan para kepala daerah yang berasal dari partainya tak perlu ikut-ikutan menjadi tim sukses pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ia meminta agar kepala daerah yang diusung PAN untuk fokus bekerja di daerah masing-masing.
"Mereka fokus saja di daerah masing-masing untuk menjadi abdi masyarakat di daerahnya. Kenapa? Karena satu, rata-rata banyak yang terpilih sehingga mereka harus sibuk dengan konsolidasi internal. Kedua, massa kampanye kan panjang, tujuh bulan, delapan bulan. Kalau mereka ada yang jadi timses pasti nanti ada yang terbengkalai pekerjaannya," jelasnya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/9).
Selain itu, para kepala daerah ini merupakan pimpinan para ASN. ASN cenderung loyal pada pimpinan. Sehingga dikhawatirkan mempengaruhi netralitas ASN saat Pilpres 2019 nanti.
"Kalau pimpinannya sudah beralih ke salah satu capres, ya tentu netralitas ASN akan jadi terpengaruh," kata Eddy.
Jika ada kepala daerah dari PAN yang menjadi timses Prabowo-Sandi, pihaknya akan meminta penjelasan apa pertimbangan memilih menjadi timses. Alasan itu harus disampaikan ke DPP. Jika ada yang beralih mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf, PAN juga akan mempertanyakan alasan yang bersangkutan.
"Kalau memang dia kepala daerah, kita kemudian lakukan dialog karena ada berbagai pertimbangan yang memang mungkin jadi dasar dari logikanya melakukan putusan tersebut (dukung Jokowi-Ma'ruf). Untuk kader-kader yang lain terutama pengurus DPP, tentu sanksinya tegas kalau ada yang nyeberang ke pasangan calon lain," jelasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya