PAN gabung pemerintah, Amien Rais akan gelar konpers di Yogya
Merdeka.com - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan resmi mendeklarasikan partainya bergabung dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Padahal selama ini, pendiri PAN Amien Rais sangat kencang mengkritik kebijakan dan kepemimpinan Presiden Jokowi.
"Kalau dulu PAN menyatakan mendukung, sekarang PAN menyatakan bergabung dengan pemerintah," kata Zulkifli dalam jumpa pers di Istana Negara, Rabu (2/9).
Zulkifli langsung mengumumkan hal ini di Istana negara dan didampingi oleh Presiden Jokowi. Alasannya, PAN gabung karena merasa ingin membantu pemerintah yang menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Komentar Amien Rais yang paling dinanti dari sikap PAN yang memutuskan lompat dari KMP dan gabung ke pemerintah ini. Bukan tanpa alasan, Amien Rais memang dikenal paling keras mengkritik pemerintahan Jokowi.
Rencananya, Amien bakal komentari keputusan PAN yang pindah haluan ini Pukul 10.00 WIB nanti di kediamannya di Yogyakarta.
"Ketua Dewan Kehormatan (Amien Rais) mau konpers pagi ini jam 10.00 WIB di rumah Jogja," kata putra Amien Rais, Hanafi Rais kepada merdeka.com, Kamis (3/9).
Hanafi menolak komentar tentang kondisi PAN terkini. Menurut dia, lebih baik menunggu komentar Amien Rais terlebih dahulu.
"Kalau saya mendahului Imam, bisa batal salat saya, hehehe," cetus dia.
Kritik keras Amien Rais sebelum akhirnya PAN gabung pemerintah yakni soal kondisi ekonomi yang terus merosot. Dia khawatir Indonesia bakal seperti Uni Soviet yang pecah belah jika pemerintah tak mampu mengantisipasi dengan baik.
"Saya punya resep untuk mengatasi carut marut kondisi nasional yaitu dengan mengadakan musyawarah nasional dengan mengundang seluruh elemen bangsa," katanya di Bandung, Minggu (23/8)
Hal itu dikatakan Amien saat memberikan tausiyah politik pada puncak perayaan HUT ke-17 PAN di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Bandung, Minggu.
Dia menyarankan agar Presiden Joko Widodo mengundang seluruh pimpinan lembaga negara, pimpinan TNI dan Polri, pimpinan partai politik, intelektual dan lembaga swadaya masyarakat yang berjiwa merah putih, untuk hadir dalam musyawarah nasional itu.
Menurut dia, dalam acara itu seluruh elemen harus duduk bersama membicarakan dan mencari jalan keluar kondisi saat ini.
"Dahulu Uni Soviet bangkrut dan bubar karena telat mengambil sikap, kita tidak boleh lelet menghadapi kondisi saat ini. Kalau kita telat ambil sikap, maka Indonesia akan menjadi sejarah," ujarnya.
Amien menjelaskan ada dua bangunan penting bangsa Indonesia yang harus tetap dijaga, yaitu ekonomi dan politik.
Menurut dia, semua pihak sepakat bahwa saat ini bangunan ekonomi Indonesia sedang goyah, ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah dan ancaman pemutusan hubungan kerja di berbagai perusahaan.
"Apabila ekonomi goyah lalu diikuti sektor politik, maka masa depan Indonesia suram. Kita tentu tidak ingin hal itu terjadi," katanya.
Mantan Ketua MPR RI itu mencontohkan Uni Soviet dan Yugoslavia yang bubar karena ketika terjadi krisis ekonomi, juga terjadi disintegrasi bangsa.
Dia berharap Negara Kesatuan Republik Indonesia lebih kuat dalam menghadapi kondisi saat ini dan integritas nasional harus kuat.
"Kita lihat disintegrasi dan kebangkrutan di Uni Soviet dan Yugoslavia. Saya harap NKRI lebih kuat dalam menghadapi kondisi saat ini," ujarnya.
Dia menjelaskan sejarah membuktikan apabila sebuah negara lemah dan terpecah belah maka akan mengundang intervensi kepentingan yang lebih kuat untuk masuk.
Menurut dia, apabila ekonomi goyang namun politik kuat, maka dirinya optimis Indonesia akan bangkit dan disintegrasi tidak terjadi.
"Namun kalau ekonomi 'collaps' dan diikuti politik maka 'iblis-iblis' akan membisikkan (kepada daerah) mengapa tidak merdeka," katanya. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya