Oesman Sapta bantah ada kericuhan di dalam DPD
Merdeka.com - Sidang Paripurna dilaksanakan siang tadi berlangsung ricuh, karena beberapa anggota DPD kubu Hemas melakukan aksi protes dengan membawa poster serta angkat kaki dari ruang sidang. Terkait hal tersebut pimpinan Oesman Sapta Odang (OSO) menganggap itu bukalah sebuah kericuhan.
"Engga ada kericuhan. Kita kan engga ricuh. Yang ricuh siapa? Nah yang di luarkan jadi jangan dipikirin," kata Oso usai pimpin sidang Paripurna, di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (11/4).
Terkait dengan intrupsi yang tidak ditanggapi olehnya, Oso menjelaskan, jika seseorang ingin interupsi haruslah mengisi absensi kehadiran terlebih dahulu. Menurut Oso banyak sekali yang tidak mengisi absensi tetapi ingin melakukan interupsi sebelum dimulainya sidang.
"Karena interupsi harus sidang dulu, hrs absen dulu. kalau dia gak absen mau ikut sidang gimana? tau tau dia bukan org dalam gimana?," ujarnya.
Hingga saati ini Oso belum juga membangun komunikasi dengan kubu Hemas. "Ya itu nanti harus orangnya sadar dulu, itu orang (GKR Hemas) lagi sakit jangan dilawan sakit juga. Saya kan sabar, saya memberikan kesempatan ngomong, harus tertib, harus berwibawa, harus bernegara tapi," ungkapnya.
Sedangkan Farouk menganggap kubu Hemas sudah tidak lagi dianggap oleh kubu Oso. Sehingga menyulitkan untuk kembali membangun komunikasi.
"Kalau kami sendirikan tidak dianggap juga. Gimana gitu kalo persoalannya seperti itu," pungkas Farouk.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya