Nurdin Halid segera pimpin pleno Golkar bahas pergantian Setya Novanto
Merdeka.com - DPP Partai Golkar segera konsolidasi bersikap tentang status Ketua DPR Setya Novanto yang hendak dilakukan penahanan oleh KPK. Meskipun, penahanan terhalang karena Novanto tengah dirawat di RSCM pasca kecelakaan di kawasan Permata Hijau, Rabu (16/11) malam.
Politikus Golkar Yorrys Raweyai mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dengan ketua harian Nurdin Halid untuk segera menggelar rapat pleno. Hal ini penting, menurut Yorrys, kondisi Golkar harus diselamatkan apalagi tahun depan sudah harus menghadapi Pilkada serentak 2018.
"Saya sudah koordinasi dengan Nurdin, dia kan sekarang lagi di Sulawesi deklarasi (Pilgub Sulsel), setelah itu balik, baru kita bicara yang kemungkinan Minggu depan. Kemungkinan pleno hari Selasa," kata Yorrys saat dihubungi merdeka.com, Jumat (17/11).
Yorrys menegaskan, Nurdin bisa pimpin rapat pleno Golkar meskipun Novanto sedang terbaring di rumah sakit. Sekalipun tanpa persetujuan Novanto, rapat pleno bisa dilakukan.
"Enggak ada masalah (tanpa persetujuan Novanto), di dalam pasal 19 AD/ART Golkar menyatakan bahwa kepemimpinan DPP adalah kelektif kolegial," kata Yorrys.
Yorrys pun mengungkapkan, upaya pelengseran Novanto memang sudah dilakukan sejak status tersangka sang ketua umum di korupsi e-KTP. Tapi terhambat, karena proses praperadilan dan dinamika internal Golkar. Tapi kali ini, Yorrys yakin pelengseran akan segera dilakukan.
"Sedang berproses (upaya penyelamatan Golkar), sambil menunggu waktu karena waktu itu ada perbedaan, ini baru tersangka, belum ditahan, belum inkract, biasalah itu dinamika. Kita menunggu, tapi dengan ditangkapnya beliau dan kejadian dua hari ini apalagi yang terakhir (kecelakaan), tidak ada alternatif lain harus segera konsolidasi mengambil langkah strategis penyalamatan Partai Golkar," kata Yorrys.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya