Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

NS soal pengadangan: Tujuan bukan ke Pak Djarot, saya minta maaf

NS soal pengadangan: Tujuan bukan ke Pak Djarot, saya minta maaf Djarot Saiful Hidayat. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Naman Sanip alias NS menjalani sidang perdana terkait kasus pengadangan yang dilakukannya terhadap cawagub DKI Jakarta nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat, saat kampanye di Kembangan, Jakarta Barat. Usai sidang, dia mengaku tidak berniat untuk menghalangi jalannya kampanye Djarot saat itu.

Dia semata-mata hanya menolak kedatangan Djarot yang menjadi pasangan Ahok, sapaan Basuki Tjahaja Purnama, tersangka kasus penistaan agama.

"Tujuan saya bukan ke Pak Djarot. Saya mau minta maaf ke Pak Djarot karena Pak Djarot sebenarnya enggak salah," ucap Naman usai persidangan, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jalan S. Parman, Jakarta Barat, Selasa (13/12).

Penolakan yang dia lakukan, hanya sekadar menyampaikan aspirasi terkait dugaan penistaan agama yang diucapkan oleh Ahok dengan menyinggung Surah Al Maidah ayat 51.

"Hati nurani saya tergerak, terpanggil karena penistaan agama. Ada info yang mau datang Ahok," lanjutnya.

Mengenai spanduk yang berisi tentang penolakan terhadap Ahok-Djarot, dirinya mengaku tidak tahu. Dia mengklaim tidak tahu-menahu siapa yang memimpin aksi itu.

"Saya enggak tahu kalau masalah itu," tandas Naman.

Seperti diketahui, NS yang sehari-hari bekerja sebagai penjual bubur itu dijerat dengan Pasal 187 ayat 4 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Mengganggu Jalannya Kampanye, dengan ancaman kurungan penjara maksimal 6 bulan atau denda paling besar Rp 6 juta.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP