Ngototnya DPR ingin gedung baru senilai Rp 2,7 triliun
Merdeka.com - Meski menuai penolakan, DPR diam-diam sudah bertemu dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro untuk membahas anggaran 7 proyek yang salah satunya adalah pembangunan gedung baru. Anggaran sebelumnya yang disebut hanya Rp 1,6 miliar, kini melonjak menjadi Rp 2,7 triliun yang akan dikucurkan hingga 2018.
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menyatakan pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro dan pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR membahas nasib 7 proyek pembangunan DPR yang menuai polemik. Pertemuan yang digelar Senin (24/8) malam itu, kata Taufik, menindaklanjuti permintaan Presiden Joko Widodo agar 7 proyek tersebut dikaji ulang.
"Pimpinan DPR mengharapkan bahwa yang dibahas di Banggar dan Menkeu harus melalui proses sesuai undang-undang," kata Taufik di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/8).
Taufik menyatakan bahwa pimpinan DPR telah sepakat nasib 7 proyek tersebut diserahkan kepada Menteri Keuangan yang mewakili pemerintah dan Banggar DPR. Namun, dia menilai, 7 proyek tersebut memang harus melihat kondisi perekonomian yang saat ini sedang merosot.
"Memang kita akui perlu ada kajian mendalam di tengah ekonomi yang sedang tidak bersahabat. Kondisi memang perlu dipertimbangkan. Tapi di sisi lain ada keterbatasan kemampuan dari pemerintah. Sehingga (pertemuan) untuk cari titik resultan untuk menjadi kesepakatan bersama," tukasnya.
Isi pertemuan DPR dengan menkeu itu diungkap lebih detail oleh Ketua Badan Anggaran DPR Ahmadi Noor Supit. Anggaran 7 proyek DPR diperkirakan akan menghabiskan dana mencapai Rp 2,3 triliun sampai Rp 2,7 triliun.
"Perencanaan yang ada, anggaran yang dibutuhkan hampir Rp 2,3 atau Rp 2,7 triliun untuk multiyears sampai 2018 kalau tidak salah," kata Supit di gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/8). (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya