Ngotot minta gedung baru, setahun DPR cuma buat 2 undang-undang
Merdeka.com - Genap sudah satu tahun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2014-2019 menjalankan tugasnya. Namun sayang selama setahun ini, banyak pihak yang merasa belum puas dengan kinerja anggota dewan. Apalagi, saat ini publik dihebohkan dengan permintaan gedung baru oleh DPR.
Berbagai dalih disampaikan anggota DPR untuk meyakinkan publik jika gedung baru memang dibutuhkan. Salah satunya, gedung DPR dianggap sudah tak layak lagi karena terlalu sempit dan tak pernah dibangun sejak pasca reformasi.
DPR dianggap tidak pantas meminta gedung baru di tengah ekonomi Indonesia tengah bergejolak. Terlebih, kinerja DPR selama satu tahun terakhir dianggap tidak efektif lantaran hanya mengesahkan dua undang-undang saja dari puluhan rancangan UU yang menjadi target pemerintah dan DPR.
Demikian disampaikan Pengamat Politik sekaligus Direktur Emrus Corner, Emrus Sihombing. Dia mengatakan, dari sisi produktivitas, DPR belum mampu menunjukkan kinerja yang baik. Menurutnya, sejauh ini belum ada terebosan-terebosan dari wakil rakyat itu.
"Memang kita harus akui mereka (DPR) tidak produktif," kata Emrus saat berbincang dengan merdeka.com, Jakarta, Rabu (4/11).
Emrus lantas mencontohkan, salah satu kinerja DPR tidak memuaskan yakni, masih banyaknya kursi kosong saat menjalani sidang paripurna. Menurutnya, hal itu terjadi lantaran anggota dewan masih sibuk mengerjakan urusan pribadi.
Sehingga dinilai Emrus jika nantinya pemerintah menyetujui pembangunan gedung baru bagi DPR, dia tidak yakin jika kinerja wakil rakyat bisa lebih baik. Mengingat, lanjut dia, setiap anggota dewan yang masih aktif di partai politik, usaha atau profesi semisal lawyer, akan sulit memfokuskan diri untuk rakyat.
"Pembangunan tidak berkorelasi dengan tugas-tugas, mereka terlalu sibuk mengurus partai, usaha dan karier. Saya tidak yakin kinerjanya akan produktif," tegasnya.
Kendati demikian, Emrus tidak mempersoalkan pembangunan gedung baru untuk DPR. Bahkan, menurut dia, untuk saat ini gedung baru memang dibutuhkan DPR. Hanya saja, pembangunan harus diawasi dengan ketat.
"Saya setuju dengan pembangunan tersebut. Cuma saya minta diawasi, supaya jangan di markup," imbuhnya.
Emrus mengungkapkan alasan kenapa gedung baru memang diperlukan. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya